Kopi, Senjata Ampuh Untuk Melawan Micro-sleeping Saat Mengemudi

Kopi, Senjata Ampuh Untuk Melawan Micro-sleeping Saat Mengemudi – Tertidur akibat rasa kantuk yang sudiah tak tertahankan menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya. Jika ditengok kembali, tidak terhitung jumlah kecelakaan yang terjadi karena pengemudi yang mengantuk. Mulai dari kecelakaan ringan yang masih bisa terelakkan, sampai kecelakaan besar yang merenggut banyak nyawa.

Baca juga : 7 Pemanis Alami Untuk Menjaga Manfaat Kopi Tetap Utuh

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Loughborough University’s Sleep Research Centre terhadap 1.000 orang pengemudi, sebanyak 45 persen pengemudi pria pernah mengalami micro-sleeping ketika berkendara. Sedangkan pada kaum hawa hanya 22 persen.

Apa itu micro-sleeping?

Micro-sleeping adalah kondisi saat seseorang tertidur sejenak, biasanya berdurasi lima sampai sepuluh detik saja. Dan ini terjadi secara mendadak.

Biasanya, sang pengemudi akan tersentak bangun tanpa menyadari kalau sebelumnya ia sudah tertidur. Bisa dikatakan, ini merupakan detik-detik tubuh menjadi blank dan tidak sadar dengan kondisi sekeliling.

Micro-sleeping juga bisa terjadi dengan mata terbuka. Itu karena otaklah yang sedang berada dalam kondisi ‘tidur’. Ini yang membuat micro-sleeping jadi sangat berbahaya.

Seperti yang dilansir dari BBC, Dr. Ilene Rosen, pakar tidur dan profesor dari University of Pennsylvania menuturkan hal serupa.

“Mereka (yang mengalami micro-sleeping) biasanya sedang tak memikirkan apapun,” jelasnya.

Kelelahan dan kurang tidur menjadi pemicu terjadinya micro-sleeping. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk tidak memaksakan diri mengemudi ketika tubuh terasa letih.

Prof Jim Horne dari Loughborough University’s Sleep Research Centre mengatakan kalau kopi merupakan senjata ampuh untuk menghalau micro-sleeping.

“Tidur tak terjadi begitu saja. Kau tak mungkin menyetir dengan segar lalu mendadak tertidur satu menit kemudian. Pasti selalu ada tanda untuk menyadari seberapa mengantuknya kamu,” ujar Jim.

Ketika berkendara dan mulai terasa mengantuk, kamu bisa menepi untuk parkir sebentar. Kamu bisa menenggak segelas kopi atau minuman apapun yang mengandung kafein.

Setidaknya harus ada 150mg kafein yang masuk ke dalam tubuh kamu. Kafein itu akan mulai bekerja 20 menit kemudian, jadi ada baiknya kamu tidur sejenak selama 15 menit.

Ketika terbangun, tubuh dan otak kamu pasti akan berada dalam kondisi jauh lebih segar. Selamat mencoba!

Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Gigi Bagi para Pencinta Kopi 1

Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Gigi Bagi para Pencinta Kopi – Karena kandungan kafeinnya yang cukup tinggi, kopi sering dimanfaatkan sebagai penambah stamina. Tapi sayang, kandungan tanin pada kopi bisa membuat gigi menjadi kuning sehingag bisa mengganggu penampilan. Tidak hanya itu, konsumsi kopi berlebihan tanpa diikuti perawatan gigi yang baik bisa mengakibatkakn kerusakan gigi.

Baca juga : Kim Teng Kedai Kopi Legendaris di Pekanbaru

Tapi tak perlu khawatir, kerusakan yang disebabkan oleh kopi bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Berikut ini ulasannya.

1. Kumur dengan air putih

Jangan lupa untuk berkumur dengan menggunakan air putih setelah mengkonsumsi minuman yang bersifat asam seperti kopi. Air putih berfungsi untuk emnetralisir asan yang dihasilkan oleh kopi sehingga bisa mengurangi risiko kerusakan pada gigi.

2. Sikat gigi dengan benar

Kopi mengandung tanin yang bisa meninggalkan bercak hitam atau stain di gigi dan bisa menjadi karang gigi. karena itu sikat gigi dengan benar bisa mengurangi risiko terbentuknya karang gigi karena kopi.

Menyikat gigi yang benar dilakuakn secara memutar dari kanan ke kiri. Jangan menyikat gigi secara vertikal, karena bisa merusak gusi. Selain itu, lakukan sikat gigi selama 2 menit dan jangan terburu buru. Waktu yang disarankan untuk menyikat gigi adalah 30 menit setelah makan. Dan jangan lupa untuk menyikat gigi sebelum tidur.

3. Rajin membersihkan karang gigi

Karang yang terbentuk di gigi tak bisa bersih dengan sendirinya. Karena itu, usahakan untuk rutin melakukan pembersihkan karang gigi atau scaling di klinik dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali, supaya kerusakan gigi dan gusi bisa dicegah.

4. Gunakan pasta gigi tanpa detergen

Pasta gigi yang memiliki kandunga detergen terlalu banyak bisa mengganggu bakteri baik yang ada di dalam mulut. Akibatnya, gigi akan lebih rentan rusak. Ciri-ciri pasta gigi yang bebas detergen adalah tak menghasilkan busa. Karena itu, sebaiknya lebih cermat memilih pasta gigi yang digunakan.

Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Bagi mereka yang punya masalah dengan pencernaan, minum kopi dalam keadaan perut kosong bisa jadi bencana. Tak hanya bagi mereka yang punya masalah pencernaan, rupanya minum kopi dalam keadaan perut kosong juga berbahaya bagi mereka yang berperut sehat.

1. Asam Lambung Naik

Meski rasanya pahit, kopi mengandung asam. Minum kopi dalam keadaan perut kosong dapat meningkatkan kadar asam lambung. Asam lambung bersifat korosif dan bisa merusak lambung jika didiamkan tanpa isi apapun apalagi ditambah dengan kopi.

2. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Kopi dikenal mengandung kafein. Kafein berperan dalam mempercepat pengeluaran cairan dalam tubuh melalui kinerja ginjal. Orang yang gemar minum kopi, juga gemar ke kamar kecil untuk buang air karena kafein. Hal ini mengakibatkan tubuh tak memiliki waktu untuk penyerapan mineral seperti, seng, magnesium, kalsium serta mineral penting lainnya.

3. Dehidrasi

Selain mengganggu penyerapan mineral penting, minum kopi saat perut kosong berakibat pada dehidrasi. Sering buang air kecil membuat tubuh kehilangan cairan secara drastis. Dehidrasi dapat membuat tubuh lemas, sakit kepala bahkan pingsan.

4. Produksi Hormon Serotonin Terhambat

Kopi sebagai menu sarapan tanpa diawali makanan membuat produksi hormon serotonin terhambat. Padahal hormon ini bertanggungjawab atas perasaan senang, kebahagiaan, dan rasa nyaman. Kekurangan hormon serotonin dapat mengakibatkan penyakit yang berhubungan dengan mental misalnya depresi.

Dilansir dari Natural Society, minum kopi saat perut kosong bisa mengakibatkan ‘terbuangnya’ hormon kortisol atau hormon stres langsung pada aliran darah. Akibatnya, tubuh jadi haus akan asupan gula, sulit berpikir jernih dan mengganggu pola tidur.