Ini Waktu yang Ideal Untuk Mengonsumsi Kopi Setelah Disangrai

Ini Waktu yang Ideal Untuk Mengonsumsi Kopi Setelah Disangrai – Para pecinta kopi kelihatannya akan setuju kalau kopi yang segar adalah salah satu faktor penting untuk menghasilkan seduhan yang nikmat dan tidak terlupakan. Salah satu indikasi kopi yang segar ini lalu dihubungkan dengan tanggal sangrai, atau roast date yang tertera dalam kemasan kopi. Di sinilah salah kaprah itu sering terjadi.

Pilihan Penggemar Kopi

Penggemar kopi yang benar-benar paham tentang kopi biasanya akan selalu mencari kopi-kopi yang berusia setidaknya minimal seminggu sejak tanggal roasting. Sejauh yang kami lihat, beberapa bahkan ada yang mencari hingga sebulan setelahnya.

Namun ini berbanding terbalik dengan kebanyakan peminum kopi garis keras—saya harus menggunakan istilah ini. Karena umumnya mereka akan menolak dengan sangat keras, dengan argumen yang tak kalah keras pula, ketika disarankan rekomendasi kopi yang baik. Kebanyakan peminum kopi jenis ini biasanya memburu kopi paling baru—yang benar-benar sangat baru dan, kalau bisa, baru saja disangrai. “Yang lama tidak segar,” alasan mereka. Sebagian lain menyebutnya “kopi basi”. Padahal, sepanjang biji kopi tetap tertutup rapat dan tersegel rapi, kopi tidak akan pernah basi.

Sekadar catatan saja, kopi bukan jenis produk minuman yang “akan semakin nikmat jika dikonsumsi hari itu juga setelah disangrai”. Kopi, tidak seperti jenis makanan atau minuman lain yang mungkin akan rusak, atau meminjam istilah awam – basi, jika telah melewati tenggat waktu belinya. Ada alasan khusus yang melatarbelakanginya. Proses degassing, atau pelepasan karbon dioksida dari dalam biji kopi, dan sejumlah peristiwa kimia alami lain yang terjadi pada kopi setelah proses roasting adalah salah satu faktor utama.

Setelah proses degassing ini selesai, ada semacam jendela waktu yang membentangkan durasi kesegaran ideal dari biji kopi. Penjelasan sederhana tentang durasi kesegaran ideal kopi ini kira-kira: “waktu dimana segala karakter dan rasa kopi sedang di puncak jaya-jayanya dan lagi enak-enaknya“. Peminum kopi yang baik sebaiknya sudah tahu dan harus tahu tentang ini.

Maka, kapan sebetulnya waktu ideal untuk mengonsumsi kopi jika dilihat dari roast date? Berikut uraian rentang waktunya.

Kopi yang dikonsumsi (sangat) lama setelah tanggal roasting akan terasa flat, atau hambar

Mungkin inilah yang sebenarnya dimaksudkan penggemar kopi garis keras itu dengan kopi ‘basi’. Namun mengonfirmasi data di atas, selama kopi tetap tersegel rapi, tertutup rapat dalam kemasan yang dilengkapi air valve dan tidak dibuka, maka kopi tidak akan basi. Yang ada hanya, kopi akan kehilangan aromanya saja. Aroma kopi umumnya akan berkurang secara konsisten setelah sekitar 30 hari dan seterusnya sejak disangrai. Namun perhitungan ini juga bervariasi, tergantung dari kepadatan biji kopi dan jenis/profil roasting-nya.

Jika dikonsumsi terlalu lama, misalnya lebih dari satu setengah bulan sejak roast date, aroma kopi yang berkurang akan memengaruhi rasa, menjadikannya flat dan sedikit hambar ketika diseduh.

Kopi yang dikonsumsi dalam waktu (terlalu) dekat dengan tanggal roasting juga akan terasa flat, dan hambar

Kopi yang langsung diseduh hanya berselang beberapa menit, atau beberapa jam, setelah disangrai pun akan membuat rasanya tak maksimal. Seolah ada yang kurang meski memakai resep Juara sekalipun. Termasuk untuk membuat espresso. Proses degassing yang belum sempurna pada kopi yang “terlalu segar”, alias baru disangrai, akan menyebabkan masalah seperti channeling pada saat ekstraksi. Pada akhirnya, ini akan merepotkan baristanya sendiri.

Umumnya, kopi akan mencapai puncak aromatiknya setelah hari ketiga, atau keempat, pasca sangrai. Karenanya, banyak ahli dan roaster kopi yang sudah memahami bahwa kopi sebaiknya “diistirahatkan” dulu setidaknya selama 24 jam setelah roasting sebelum kemudian dirasa, atau diuji citarasa (coffee cupping/tasting).

Durasi waktu yang ideal

Salah satu kiat terpenting sebelum membeli kopi dan mengonsumsinya adalah mengetahui waktu. Kapan kira-kira level karbon dioksida pada kopi sudah benar-benar minimal, dan di saat bersamaan, aromanya pun telah mencapai puncaknya. Ada banyak variasi mengenai durasi ini. Setiap kopi tidak sama perhitungannya, tergantung varietas/varietal kopi, kualitas kopi, ketebalan biji, dan profil roasting masing-masing.

Durasi ideal paling umum yang banyak diterima oleh para ahli, roaster dan coffee geek lainnya adalah sekitar 7 – 14 hari sejak tanggal roasting (roast date). Kopi-kopi yang berada dalam rentang waktu ini dianggap terbaik untuk dikonsumsi karena proses degassing pada kopi telah selesai. Yang tersisa pada kandungan biji kopi pun adalah segala substansi dan zat alami baik yang sudah benar-benar utuh. Ada pula sebagian sumber menyatakan bahwa durasi ideal yang dianggap cukup baik adalah sekitar 21-30 hari.

Jika kamu belum memahami konsep mengenai durasi kesegaran ideal ini, atau belum tahu apakah kopi yang akan kamu beli telah benar-benar ideal untuk dikonsumsi, ada baiknya bertanya langsung kepada roaster atau barista yang bisa memberikan kamu saran terbaik mengenai kopi. Jangan sungkan untuk bertanya dan berkonsultasi.

Inilah 4 Alasan Kenapa Harus Minum Espresso

Inilah 4 Alasan Kenapa Harus Minum Espresso – Banyak orang yang tak pernah mau menikmati espresso. Ada banyak sekali alasan yang diberikan, mulai dari rasanya yang sangat pahit sampai ukurannya yang kecil sehingga tak bisa dinikmati secara perlahan-lahan.

Baca juga : Apakah Minum Kopi Setiap Hari Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Padahal jika kamu tahu, espresso merupakan minuman paling sakral setidaknya bagi masyarakat Italia. Bahkan untuk secangkir espresso yang kamu anggap kecil itu, kedai-kedai kopi di Italia penuh oleh antrean manusia yang mendamba menikmati espresso untuk memulai hari mereka.

Lalu kenapa seharusnya setiap orang paling tidak harus bisa menikmati espresso sekali seumurnya. Apa pentingnya espresso yang kecil ini? Berikut jawabannya.

1. Espresso ‘Dasar’ dari Minuman Kopi

Kamu suka menikmati cappuccino, cafe latte, macchiato, flat white dan piccolo latte-mu? Dear, semua minuman kegemaranmu itu bergantung penuh kenikmatannya pada espresso. Espresso yang nikmat menghasilkan jenis minuman kopi turunannya dengan tak kalah nikmat. Jangan kira peranan espresso tidak penting bagi minuman bersusu. Dan oleh karena itu, untuk mengetahui kenikmatan espresso kamu harus mencoba espresso-nya langsung. At least once in the life time.

2. Espresso Tak Melulu Pahit Saja

Ini adalah alasan paling kuat agar kamu mau mencoba espresso. Jangan kira espresso itu hanya satu rasa yaitu pahit saja. Mari sama-sama menikmati espresso dari beragam house blend dan single origin agar kamu tahu dan takjub bahwa espresso memang benar tak hanya pahit saja. Saya sendiri pernah mencoba espresso yang rasanya fruity sekali atau justru spicy dan manis sekali. Awalnya agak shock juga karena saya kira espresso pastilah pahit. Sejak saat itu saya tidak berkeberatan memesan espresso di beragam kedai kopi. Karena menurut saya seperti layaknya kopi, espresso sebagai produk kopi juga memiliki banyak ragam rasa.

3. Espresso Memiliki Kalori Rendah

Sedang diet tapi butuh kopi? Espresso adalah menu yang sudah jelas harus kamu pilih. Di antara jenis minuman kopi lainnya, si espresso ini yang paling rendah kalorinya. Jadi jika kamu membutuhkan energi yang penuh karena kafein tapi menimbang-nimbang perkara kalori yang ada di dalamnya maka espresso adalah jawabannya.

4. Espresso Itu Cepat Saji

Well, meski tak secepat kopi instan atau kopi tubruk, setidaknya espresso tidak memakan waktu bermenit-menit untuk disajikan. Juga bisa dinikmati dalam sekali teguk. Pas untuk kamu yang mungkin sedang terburu-buru dan tak punya waktu menikmati kopi pelan-pelan.

Apakah Minum Kopi Setiap Hari Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Apakah Minum Kopi Setiap Hari Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung – Sekelompok ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat mengklaim kalau mereka telah menemukan bukti kalau kopi memberikan efek perlindungan dari risiko gagal jantung dan juga stroke. Menurut penelitian, setiap cangkir kopi yang diminum setiap minggunya, akan menurunkan kemungkinan gagal jantung sampai 7 persen dan menurunkan risiko stroke sampai 8 persen.

Baca juga : Sore-sore Ngopi di Bikun Coffee yang Unik

Studi yang dilakukan oleh American Heart Association ini mengumpulkan 12.000 orang dewasa di Framingham Heart Study untuk melihat bagaimana kebiasaan makan dan minum berpengaruh pada kesehatan jantung.

Dari penelitian ini, terlihat bahwa semakin bertambahnya usia maka risiko penyakit jantung dan stroke memang bertambah, namun, pada mereka yang meminum kopi, resiko penyakit tersebut ternyata lebih rendah daripada yang tidak meminum kopi.

Apakah ini berarti para pecinta kopi lebih terhindar dari penyakit mematikan tersebut?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti yang terlibat memperingatkan agar para pembaca hasil riset mereka, bahwa mereka sendiri “belum yakin apakah yang menyehatkan itu adalah kopinya, kandungan di dalamnya, atau perilaku peminum ketika menikmati kopi.”

Belum Tentu Meminum Kopi Menurunkan Risiko Penyakit

Data yang didapatkan dari hasil observasi hanya menunjukan hubungan antara konsumsi kopi dan gagal jantung dan stroke. Namun, penelitian ini belum bisa membuktikan bahwa kopi benar-benar bisa menurunkan risiko penyakit.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa peminum kopi memiliki angka kemungkinan menderita penyakit jantung dan stroke lebih rendah, namun hasil ini belum membuktikan kalau meminum kopi memang menurunkan risiko penyakit.

Apabila kamu seorang perokok, tentu meminum kopi sambil merokok justru menambah bahaya dan risiko terkena penyakit. Kafein bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga bagi perokok yang juga peminum kopi, maka akan memiliki resiko darah tinggi yang lebih besar. Namun, kebiasaan ini tidak berpengaruh pada bertambahnya resiko penyakit jantung.

Beberapa manfaat lain dari mengkonsumsi kopi adalah menurunkan risiko diabetes, kanker prostat, kanker hati, dan umur panjang. Karena itu, meskipun belum terbukti secara ilmiah kalau kopi mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, kamu tetap bisa merasakan manfaat lain dari meminum secangkir kopi setiap hari.

Sudahkah kamu minum kopi hari ini?

Sore-sore Ngopi di Bikun Coffee yang Unik

Sore-sore Ngopi di Bikun Coffee yang Unik – Sudah lama aku melewati kedai kopi yang mengusung konsep “ngupi cantik” di bus kuning, bus andalan warga Universitas Indonesia, Depok. Dan akhirnya sore ini aku berkesempatan untuk mampir sejenak di kedai kopi, kabur sejenak dari penatnya pekerjaan. “Ngopi cantik” bersama dengan para mahasiswa, seperti kembali merasa muda.

Baca juga : Gesha, Kopi Paling Mahal di Dunia, Bisa Dinikmati di TGC Coffee

Saat ini minum kopi sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Dulu jarang-jarang aku menemukan kawan ngopi kopi hitam di warung mahasiswa, terutama kaum perempuan. Tapi kini mencari kawan untuk “ngopi cantik” terbilang mudah.

Banyak pecinta kopi bermunculan, baik yang benar-benar suka dan penasaran dengan beragam jenis kopi, maupun yang hanya mengikuti tren kekinian. Hal ini juga ditunjang dengan menjamurnya kedai kopi kekinian.

Tambahkan fasilitas Wifi, lagu-lagu yang asyik, dan interior-eksterior yang instagrammable. Maka akan banyak kalangan muda yang berdatangan untuk mencobai kelezatan kopinya dan menikmati kenyamanan suasananya. Di Universitas Indonesia yang terletak di Depok sudah ada berbagai kedai kopi yang cozy dari Javaroma Coffee, Coffee Toffee, Beuu Coffee, dan Bikun Coffee.

Bikun Coffee terletak di kawasan Fakultas Hukum UI. Kafe yang didirikan sejak 2016 ini terbilang unik karena menggunakan bus kuning yang sudah tidak digunakan menjadi tempat ngopi yang asyik.
Sore ini di Bikun Coffee terbilang tidak begitu ramai. Sayangnya bagian dalam bus kuning yang diubah menjadi dalaman kafe cukup penuh, sehingga aku harus puas untuk duduk di luar kafe.

Bus yang digunakan untuk kedai kopi ini bagian dalamnya telah diubah. Di dalamnya terdapat beberapa meja, kursi, dan colokan kabel sehingga pengunjung bisa bersantai atau malah mengerjakan tugas kuliah dengan menggunakan laptop di sini. Ada fasilitas wifi sehingga pengunjung bisa betah berseluncur di dunia maya sambil memutakhirkan status.

Aku memeriksa daftar menunya. Ada makanan berat maupun makanan ringan seperti aneka roti bakar, aneka nasi goreng, pisang bakar, kentang goreng, dan sosis. Sedangkan untuk minumannya ada non-kopi dan beragam jenis kopi. Yang non-kopi seperti teh, aneka jus, wedang uwuh, dan cokelat.

Kopinya ada jenis kopi lokal dan kopi mancanegara. Kopi lokal yang ditawarkan ada kopi Gayo, Bali Kintamani, Toraja, serta Flores Badjawa. Sedangkan kopi lainnya ada Cafe latte, Mocha, Americano, kopi Vietnam, dan kopi tubruk. Harganya untuk makanan berkisar Rp 20 ribuan, sedangkan untuk minuman berkisar Rp 15-25 ribu.
Aku memilih kopi Vietnam panas. Harganya plus pajak berkisar Rp 20.900. Aku memilih kopi Vietnam karena suka penyajiannya. Kopi ini disajikan dengan menggunakan alat seperti saringan.

Kopi di wadah atas akan menetes ke gelas di bagian bawah melewati saringan. Tetes-tetes kopi itu kemudian terkumpul hingga gelas terisi penuh. Kopi pun kemudian siap diaduk dengan susu kental manis yang ada di bagian dasar gelas.

Aku menyeruput kopi perlahan-lahan. Wah, aku terlalu semangat mengaduk kopi sehingga agak kemanisan. Kopi Vietnam bagiku agak tajam, cocok diminum sore hari selepas Ashar agar mata kembali melek dan siap kembali beraktivitas sambil menunggu jam pulang.
Kucing yang ada di atas meja di sebelahku nampak pulas tidur, tidak terganggu oleh kehadiranku. Mungkin si kucing perlu kopi biar tidak tidur melulu.

Teleponku kemudian berdering, wah jangan-jangan aku dicariin. Waduh tak terasa sudah setengah jam aku “terdampar” di sini hehehe. Aku pun buru-buru menghabiskan kopiku yang sudah agak dingin.

Gesha, Kopi Paling Mahal di Dunia, Bisa Dinikmati di TGC Coffee

Gesha, Kopi Paling Mahal di Dunia, Bisa Dinikmati di TGC Coffee – Pernah merasakan kopi Gesha atau bisa juga disebut Kopi Geisha? Ini merupakan kopi yang diklaim sebagai kopi paling mahal di dunia. Harga kopi dalam bentuk bikian per kilogramnya bisa mencapai Rp65 juta. Luar biasa bukan!

Baca juga : Di London, Kopi Akan Jadi Bahan Bakar Bus

Nah, jika Anda ingin menikmati kopi Gesha, tapi dengan harga yang tak selangit, Anda bisa berkunjung ke TGC Coffee. Kafe yang ada di Loop, Graha Famili Surabaya, ini memang dikenal menyajikan speciality coffee.

Owner TGC Coffee, Daniel Ko, mengatakan penawaran langka itu sekaligus sebagai rangkaian ulang tahun TGC Coffee yang ke-2. Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan bean tamu sebanyak 21 varian Gesha.

Diakuinya, saat ini Gesha menjadi primadona kopi di dunia. Tak hanya karena karakter rasanya yang kaya, kopi ini menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

“Selain itu, produksi panen dari kopi ini tidak banyak, kebetulan saya berkesempatan memiliki beberapa varian dan saya ingin berbagi dengan pelanggan setia TGC. Khususnya pemegang member TGC,” katanya, kemarin.

Lantas, berapa harga kopi Gesha yang dia tawarkan? Daniel menyebut, dia hanya mematok harga Rp 110 ribu – 125 ribu per cangkir. “Namun kami hanya menyediakan terbatas 6-7 cangkir untuk setiap kopi Gesha yang kami olah. Padahal jumlah member kami sekitar 1.500 orang. Jadi siapa cepat, dia dapat,” ujar Daniel.

Dipaparkannya, kopi Gesha bisa mahal karena saat ini permintaan yang semakin meninggi akan kopi ini. Sementara tempat penanaman kopi Geisha, yaitu dataran tinggi Panama, terbilang semakin menyempit karena banyak tanah yang telah terjual untuk dibangun rumah bagi orang-orang kaya Amerika Utara. Apalagi upah para pekerja yang menanam biji kopi Geisha terbilang mahal sehingga sebagian besar biaya tersebut dibebankan kepada konsumen.

“Saya bisa mendapatkan kopi ini dari hasil lelang yang dilakukan di pasar global,” kata Daniel bangga.

Sekadar diketahui, TGC Coffee yang merupakan kependekan dari The Grinder Coffee adalah gerai kopi yang boleh dibilang berbeda dengan gerai-gerai kopi lain di Surabaya. Pasalnya, biji kopi mentah yang dipakai adalah kopi single origin, berasal dari sumber yang telah terpercaya dan memiliki kopi dengan kualitas sangat baik hingga kualitas speciality.

Produk TGC adalah kopi Indonesia dan kopi impor. Tersedia beragam pilihan Arabica murni, TGC house blend, dan juga Robusta murni. Produk TGC adalah 100% kopi murni. Proses sangrai dilakukan di Surabaya menggunakan mesin canggih yang higienis. Bahan yang digunakan murni kopi tanpa menggunakan campuran esens atau perisa maupun pewarna.

Pengunjung di TGC Coffee, bukan saja dari Surabaya, melainkan banyak di antaranya dari luar kota, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Malang, bahkan Jakarta dan Makassar.