Ternyata Kopi Asli Indonesia Sudah Dijual di Arab Saudi

Ternyata Kopi Asli Indonesia Sudah Dijual di Arab Saudi – Kopi asli buatan Indonesia dengan merek Selera Kita sudah mulai bisa ditemui di toko-toko di Arab Saudi. Kopi produksi Sinar Prima Food itu dinyatakan lulus hasil uji Saudi Food and Drug Authority (SFDA) dan boleh dipasarkan mulai Juni 2017.

Baca juga : Kopi, Senjata Ampuh Untuk Melawan Micro-sleeping Saat Mengemudi

Pada pekan pertama Juni 2017, Sinar Prima Food sudah mulai melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer kopi dengan berat kotor 4,79 ton ke Arab Saudi.

“Produknya meliputi kopi gula sachet, kopi cappucino sachet, kopi bubuk 100 gram gusset, kopi bubuk 165 gram gusset, kopi cappucino paper cup, kopi susu telor madu jahe (STMJ) sachet,” ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Gunawan, dalam siaran pers.

Ekspor dilakukan setelah komunikasi intensif antara pihak Sinar Prima Food dengan Al-Ghammah Est yang merupakan perusahaan importir Arab Saudi yang rutin mendatangkan produk Indonesia ke Arab Saudi, sejak Februari 2017.

Pembicaraan tentang ekspor itu disampaikan dalam pertemuan antara pemilik perusahaan Sinar Prima Food, Sofyan Pane, dengan Al-Ghammah Est yang diwakili oleh Mohammad Bawakid di Jeddah Chamber of Commerce and Industry (Kadin Jeddah).

Sementara itu, Konsul Jenderal RI Jeddah, M Hery Saripudin, mengaku kalau pihaknya sangat serius mendorong langkah-langkah Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah dalam mempromosikan kopi asli Indonesia.

“KJRI Jeddah juga selalu aktif memfasilitasi pengusaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk kopi ke Arab Saudi,” ucapnya.

Berdasarkan data ITC (berdasarkan statistika Central Department Of Statistics & Information), rata-rata Arab Saudi mengimpor kopi dari seluruh dunia sejak 2013 sebanyak 47,64 ribu ton.

Adapun nilai transaksi ekspor kopi Indonesia ke Arab Saudi masih sangat kecil. Pada tahun 2016, Indonesia hanya mengekspor kopi ke Arab Saudi dengan nilai 102 ribu dolar AS atau 0,629 persen dari suplai dunia yang mencapai 161,93 juta dolar AS.

Nilai itu sangat jauh jika dibandingkan dengan negara lain seperti China (3,15 juta dolar AS), Vietnam (507 ribu dolar AS), Korea Selatan (138 ribu dolar AS), dan Thailand (106 ribu dolar AS).

Padahal, Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan total produksi 739.000 ton (data 2015) atau 8,9 persen total produksi dunia.

Saat ini, kopi jenis arabica maupun kopi robusta dari Sumatra sudah masuk ke pasar Arab Saudi melalui perusahaan multinasional Starbucks. Dengan kata lain, masyarakat Arab Saudi sudah mulai mengenal rasa kopi Indonesia. Sebelumnya, masyarakat Arab Saudi terbiasa dengan rasa kopi Harari dari Ethiopia.

Cara Menyimpan Biji Kopi

Cara Menyimpan Biji Kopi

Kopi sangat sensitif dengan berbagai perlakuan yang bisa membuatnya kehilangan kualitas terbaik. Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa membiarkan biji-biji kopi terekspose di udara terbuka berperan dalam merusak kualitas yang seharusnya dimiliki kopi tersebut. Inilah alasan mengapa kopi seringkali disimpan dalam wadah-wadah yang disegel ketat, untuk menjamin penikmatnya dapat mengkonsumsi kopi yang nikmat setiap kali diinginkan.

Menyimpan kopi di suhu rendah juga membantu mereka mempertahankan tingkat kesegarannya. Perlu diperhatikan juga agar tidak menaruh kopi bersebelahan dengan makanan yang beraroma tajam seperti bawang putih dan bumbu-bumbu lain. Biji kopi menyerap bau-bauan dan ketika ditaruh di sebelah unsur-unsur berbau tajam, biji kopi menyerap bau mereka sehingga dapat mengubah aroma lezat kopi tersebut.

Dua musuh terbesar biji kopi adalah udara dan kelembaban. Idealnya, kopi harus digiling, diseduh, dan dikonsumsi dengan cepat untuk memperoleh cita rasa terbaik.

Biji kopi berada di puncak kualitas mereka antara 24 sampai 72 jam setelah roasting dan dengan cepat mulai rusak setelah itu (dalam seminggu, kebanyakan dari citarasa asli akan hilang). Merupakan hal terbaik untuk membeli kopi roasting segar dalam jumlah penggunakan untuk 7 sampai 10 hari. Sangat direkomendasikan untuk menggiling biji-biji kopi ketika diperlukan saja dan menyimpan keseluruhan sisanya dalam wadah kedap udara.

Berikut adalah petunjuk untuk menyimpan biji kopi:

Simpan kopi dalam kantung disaat mereka dibeli jika wadah dan segel pembungkusnya itu dalam keadaan baik. Begitu kantung dibuka, anda dapat memindahkan kopi ke wadah yang bersih, kering dan rapat atau pada tempatnya semula dengan cara menekan keluar sebanyak mungkin udara, menggulungkan puncak tutup kantung, dan menyegel kantung dengan penjepit atau karet pengikat.

Seluruh biji kopi harus disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang gelap dan kering, pada suhu kamar. Biji kopi akan tetap berada dalam keadaan terbaik selama satu bulan setelah di-roasting (kopi-kopi terbaik di-roastingtepat sebelum mereka dijual).

Kopi bubuk: lama kesegaran kopi bubuk tidak akan sama dengan biji kopi, karena ada lebih banyak permukaan butir kopi yang terekspose udara. Simpan kopi bubuk dalam wadah kedap udara di tempat kering dan gelap pada suhu kamar untuk sekitar dua minggu.

Kopi Vacum Pack: pada kopi yang dijual dalam kaleng timah, oksigen dan karbon dioksida telah dibuang sehingga memelihara kopi agar tetap segar. Begitu kaleng dibuka, kopi akan berada dalam keadaan terbaik untuk 7 sampai 10 hari.

Mendinginkan atau membekukan biji kopi: umumnya tidak direkomendasikan untuk menyimpan biji kopi dalam lemari es. Musuh kopi adalah temperatur ekstrim (panas atau dingin), udara, cahaya, embun, dan bau-bauan yang menyengat.

Lemari es bisa dipakai hanya untuk sekali jalan. Ini berarti, ketika kopi sudah dikeluarkan dari lemari es, kopi tidak boleh dikembalikan ke dalamnya. Pemadatan dapat terjadi dan akan mengakibatkan rasa menjadi tidak baik karena uap beku akan mengembun dan diserap ke dalam biji, sehingga akan merusak kandungan minyak kopi yang lezat.

Kesegaran kopi merupakan suatu hal yang selalu didambakan oleh mereka yang adiktif dalam meminum kopi. Memelihara kualitas yang diinginkan dalam mengkonsumsi kopi merupakan suatu hal yang akan dilakukan oleh setiap pecandu kopi. Prosedur penyimpanan yang tidak layak, seperti meninggalkan wadah atau saset dalam keadaan terbuka merupakan faktor yang berkontribusi pada rusaknya kualitas biji kopi atau butir-butir bubuk kopi.

Merupakan hal yang baik untuk menyegel kemasan kopi atau menutup mereka dengan ketat dalam botol atau toples yang umum digunakan saat mereka pertama kali digunakan. Kopi mempunyai aspek kelezatan yang penting untuk dipelihara.