Kandang Kopi, Kedainya Kopi Giras Surabaya di Bangkalan

Kandang Kopi, Kedainya Kopi Giras Surabaya di Bangkalan – Salah satu cafe yang sedang hits di Kabupaten Bangkalan adalah Kandang Kopi. Syaini Sukijan, sang pemilik cafe, menjelaskan dinamai kandang karena bangunan cafe ini sangat mirip kandang sapi khas Madura.

Baca juga : Kopi Indonesia Semakin Diminati Oleh Pasar Korea Selatan

Tidak hanya dari bentuknya, bahan bangunan yang dipakai juga sama yaitu 90 persen bambu, dinding anyaman bambu serta beratap janur. Bahkan kursi dan meja juga dari bambu. Selain kursi, ada juga tempat untuk lesehan.

Kandang kopi terkenal sebagai tempatnya kopi giras. Kopinl giras asli Surabaya tapi penjualnya kebanyakan warga Gresik. Kedai kopi ini nyaris tidak pernah sepi. Pelanggannya juga dari berbagai kalangan, mulai dari anggota dewan, pengurus partai politik, polisi, wartawan sampai aktivis mahasiswa.

Kandang kopi dibangun pada tahun 2015, sempat vakum setahun karena sepi dan awal tahun 2016 dibuka lagi. Menurut Syaini, jika saat ini kandang ramai, itu tidak lepas dari branding gratis yang dilakukan para pelanggannya. “Mereka selfi disini, lalu diupload ke media sosial, terima kasih,” kata alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep.

Kandang kopi terletak di jalan RE Martadinata, Kelurahan Mlajah. Jalur ini merupakan jalur utama menuju Pasarean Syaikhona Cholil di Desa Martajesah. Letaknya persis seberang jalan kantor Dinas Perhubungan, sebelum kampus kebidanan Ngudia Husada.

Kalau dari Bangkalan Plaza, terus ke arah Polres. Lampu merah belok kanan. Depan terminal putar balik dan setelah Bank BNI belok kiri. Kandang terletak 500 meter dari tikungan. Ada plang kecil di sebelah kanan jalan.

Letak kandang memang strategis, tapi saya kira harga kopi yang murah, kisaran 4 hingga 5 ribu pergelas, cukup terjangkau bagi kantong mahasiswa. Sehingga bisa tetap eksis di dunia tongkrongan.

Selain kopi giras, ada juga kopi nusantara. Seperti kopi aceh, bondowoso hingga kopk flores. Ada minuman dingin cappuccino dan mochacino.

Kalau anda sedang ke Bangkalan, kopi giras kandang kopi layak anda coba. Kandang mulai buka jam tiga sore hingga jam dua malam.

Kapiten Jadi Kopi Terfavorit di Ajang Pameran Kopi Internasional

Kapiten Jadi Kopi Terfavorit di Ajang Pameran Kopi Internasional – Kapiten (Kopi Pasuruan) ditetapkan menjadi kopi terfavorit dalam World Plantation Conferences and Exhibition (Pameran dan Konferesni Perkebunan Dunia) di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Kopi yang disodorkan dan menjadi favorit itu merupakan jenis arabika dari kelompok tani Sumber Makmur Abadi, Dusun Cowek, Jatiarjo Kecamatan Prigen, Pasuruan.

Baca juga : Kamu Akan Selalu Diingatkan Waktu Salat Di Kedai Kopi di Bandung ini

Disebutkan, kapiten bersaing dengan kopi dengan nama-nama mentereng seperti kopi Toraja, Aceh bahkan Bali.

Ajang internasional ini, disebut menjadi salah satu bagian upaya mengangkat potensi daerah. Dalam perkembangannya, diharapkan lebih meningkatkan derajat perekonomian warga Pasuruan.

Kopi Arabica Organik dari Kelompok Tani Sumber Makmur Abadi itu sengaja dijagokan pada ajang bergengsi kali ini. Kopi andalan Pasuruan tersebut, merupakan satu-satunya kopi di Jawa Timur yang bersaing dengan kopi-kopi dari daerah lain di Indonesia.

“Alhamdulillah, Kapiten Pasuruan jenis arabika merupakan kopi arabika terfavorit di indonesia,” ungkap Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf.

Kapiten menjadi favorit setelah dinilai memiliki cita rasa berbeda dengan kopi pada umumnya, selain pengemasan hingga jumlah pengunjung yang mencicipi Kapiten Pasuruan.

“Kebetulan saya sendiri pas di lokasi benar-benar kewalahan melayani banyaknya pengunjung yang penasaran mencoba Kapiten Pasuruan, mulai dari pengunjung biasa sampai bule-bule dari luar negeri,” lanjut Irsyad.

Bahkan, diantara ratusan pengunjung yang antre ingin mencicipi sekaligus memborong Kapiten Pasuruan adalah Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK).

Kata Irsyad, JK memuji kenikmatan Kapiten Pasuruan sebagai kopi yang beraroma kuat, serta memiliki rasa yang mantab. Diperkirakan itulah yang membuat Kapiten Pasuruan menjadi salah satu magnet kapiten dalam event tahunan ini

“Kalau yang nyicipin itu Pak JK dan memuji, maka sudah pasti kopi kita benar-benar enak dan mantab. Saya jadi lebih terpacu untuk terus mengembangkan Kapiten Pasuruan, lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. RPN (Riset Perkebunan Nusantara), DR.Ir. misnawi menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ihwan.

“Saya lihat Bupati-nya luar biasa dalam mengembangkan Kapiten Pasuruan. Contoh sederhana dari stan Kapiten Pasuruan yang sangat menarik. seolah-olah mengajak kita untuk nongkrong di cafe atau gerai kopi yang modern dan artistik,” ujar Misnawi.

World Plantation Conferences and Exhibition (Pameran dan Konferensi Perkebunan Dunia) diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada 18-20 Oktober 2017.

Pasuruan masih memiliki peluang untuk meraih target tiga besar di ajang ini, setelah Pasuruan mencatatkan diri menjadi Top 16 Kopi Terbaik se-Indonesia tahun 2017.

 

Kopi Sanger, Kopi Susu atau Cappucino ala Aceh

Kopi Sanger, Kopi Susu atau Cappucino ala Aceh – Selain menjadi tempat asal dari kopi premium yang sudah mendunia, yaitu kopi Gayo, Aceh juga mempunyai budaya minum kopi yang sudah sangat melekat di masyarakat lokal. Bahkan, kebiasaan minum kopi itu sudah dilakukan sejak zaman kesultanan Aceh pada puluhan tahun lalu.

Berbagai kedai kopi bisa ditemukan di berbagai penjuru kota, dan hampir seluruhnya menyajikan beragam menu minuman kopi. Tidak hanya kopi Gayonya saja yang nikmat, tapi ternyata ada minuman kopi Aceh lain yang tidak kalah nikmat dengan cita rasa yang autentik, bahkan bisa dibilang unik, yaitu Kopi Sanger.

Terdiri dari campuran antara kopi hitam dan susu kental manis yang dicampur dengan gula, biji kopinya sendiri berjenis kopi arabika atau robusta. Kopi ini dijuluki sebagai cappucino ala Aceh, dan kopi ini memiliki nayak buih dengan warna kecoklatan.

Nama kopi Sanger yang unik ternyata mempunyai cerita tersendiri. Kata ‘sanger’ berasal dari bahasa Aceh, ‘sanggeng’, yang memiliki arti bodoh karena takarannya yang lebih sedikit jika dibandingkan kopi susu pada umumnya.

Dan, istilah ‘sanggeng’ sendiri bergeser menjadi ‘sanger’ karena pada tahun 1990-an, ketika pertama kali muncul, harga kopi Sanger sangatlah murah dan pas di kantong mahasiswa, sehingga dijuluki sebagai kopi ‘sama-sama ngerti’ yang disingkat ‘sanger’.

Aroma kopi saring terasa sangat harum dan semerbak. Cita rasanya sendiri juga sangat nikmat, sangat mirip kopi susu, tetapi dengan cita rasa kopi yang kuat dan rasa manis yang pas.

Menjadi salah satu minuman kopi khas dari Aceh, kenikmatan kopi Sanger sudah melekat di hati masyarakat dari berbagai kalangan usia, baik tua maupun muda. Apakah tertarik untuk mencicipinya?

Kopi Terkenal Dari Pulau Sumatera – Anda tinggal di daerah Sumatera? Anda suka minum kopi? Nah pastinya anda tau kan jenis-jenis kopi yang berasal dari Pulau Sumatera yang memiliki citra rasa yang nikmat dan terkenal di daerah luar pulau Sumatera. Ternyata gaes kopi yang berasal dari Sumatera ini bukan hanya terkenal di Indonesia aja loh gaes, tetapi juga di luar negeri, seperti negara Amerika Serikat. Penasaran kan apa saja jenis kop-kopi yang terkenal dari pulau Sumatera itu yang bisa terkenal hingga keluar negeri. Berikut 6 jenis kopi Sumatera yang terkenal?

Baca juga: Berapa Lama Usia Pohon Kopi Sebenarnya?

1.  KOPI SIDIKALANG

KOPI SIDIKALANG

Sidikalang merupakan adalah kecamatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Di sanalah Kopi Sidikalang berasal. Soalnya, Sidikalang adalah produsen Kopi Arabika yang memiliki rasa paling enak dan harganya tinggi! Kopi ini sangat lezat karena memang memiliki kandungan kafein yang kuat. Rasa Kopi Sidikalang sangat khas karena kopi ini dihasilkan dari hawa dingin dan jenis tanah di kawasan pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

2. KOPI ACEH

KOPI ACEH

Di Aceh terdapat Kopi Arabika dan Robusta. Jenis kopi Arabika yang terkenal di Aceh adalah Kopi Gayo. Kopi tersebut dibudidayakan di wilayah daratan tinggi Tanah Gayo, Gayo Luew, dan Aceh Tenggara. Sedangkan, jenis kopi Robusta yang terkenal di Aceh adalah Kopi Ulee Kareng yang dibudidayakan di Kabupaten Pidie dan Aceh Barat. Citarasa unik kedua kopi tersebut mampu menarik pasar luar negeri, sehingga Aceh rutin mengekspor kopi.

3. KOPI LAHAT

KOPI LAHAT

Kota Lahat merupakan kota tertua di Sumatera dengan usia lebih dari 100 tahun. Sejak zaman penjajahan Belanda, budaya minum kopi di Lahat sudah digalakkan. Di kabupaten Lahat terdapat banyak terdapat kebun kopi. Sayangnya, pemasaran kopi dikuasai tengkulak, sehingga harga beli kopi dari petani sering dipermainkan. Kualitas Kopi Lahat nggak perlu diragukan lagi. Karena, proses produknya cukup rumit. Mereka harus menentukan kualiras kopi dari kadar kering bijinya. Pengeringan kopinya aja memakan waktu empat sampai enam hari.

4. KOPI BESEMAH

KOPI BESEMAH

Kopi Basemah adalah kopi yang berasal dari Sumatera Selatan. Dengan rasa dan aromanya yang gurih, Kopi Basemah menjadi kopi favorit di Sumatera Selatan. Jenis kopi yang ditanam adalah kopi Robusta. Kopi tersebut ditanam di dataran tinggi di sekitar perbukitan atau pegunungan daerah Pagaralam. Kini, di Pagalaram sudah banyak pengusaha kopi, tapi proses penggorengan biji kopi menentukan rasa dan aroma kopi. Di Kawah Dempi, biji kopi digoreng dengan kayu bakar dan bakaran apinya selalu diawasi agar nggak terlalu besar dan nggak terlalu kecil. Dengar-dengar, Kopi Basemah juga menjadi favorit Ratu Yuliana (Ratu Belanda).

5. KOPI EMPAT LAWANG

KOPI EMPAT LAWANG

Hampir di semua tempat di kawasan Empat Lawang memiliki kebun kopi, sehingga kota ini memiliki ikon biji kopi yang patut dibanggakan. Kopi yang dihasilkan juga khas karena merupakan campuran kopi Arabika dan Robusta. Penampilannya seperti kopi Robusta, namun memiliki aroma Arabika. Keunikan tersebut membuat Kopi Empat Lawang terkenal di banyak kota. Sayangnya, ketika sudah dikirim ke kota lain, cap kopinya sering diganti dan diaku daerah lain sebagai hak milik.

6. KOPI LAMPUNG

KOPI LAMPUNG

Jenis kopi di Lampung merupakan kopi Robusta yang ditanam di perkebunan rakyat daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, dan Tanggamus. Sebagian besar masyarakat Lampung mencari nafkah dengan memproduksi kopi. Terbukti dari luas perkebunan kopi di Kabupaten Barat yang mencapai hampir 60 hektar dengan produksi biji kopi kering yang mencampai hampir 30 ribu per ton setiap tahunnya. Tahun 2009, kopi di Lampung Barat mendapat gelar juara satu nasional dengan kategori mutu biji kopi terbaik. Rasa kopi Robusta di Lampung lebih pahit dan sedikit asam. Namun memiliki kadar kafein yang tinggi.