Apakah Minum Kopi Setiap Hari Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Apakah Minum Kopi Setiap Hari Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung – Sekelompok ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat mengklaim kalau mereka telah menemukan bukti kalau kopi memberikan efek perlindungan dari risiko gagal jantung dan juga stroke. Menurut penelitian, setiap cangkir kopi yang diminum setiap minggunya, akan menurunkan kemungkinan gagal jantung sampai 7 persen dan menurunkan risiko stroke sampai 8 persen.

Baca juga : Sore-sore Ngopi di Bikun Coffee yang Unik

Studi yang dilakukan oleh American Heart Association ini mengumpulkan 12.000 orang dewasa di Framingham Heart Study untuk melihat bagaimana kebiasaan makan dan minum berpengaruh pada kesehatan jantung.

Dari penelitian ini, terlihat bahwa semakin bertambahnya usia maka risiko penyakit jantung dan stroke memang bertambah, namun, pada mereka yang meminum kopi, resiko penyakit tersebut ternyata lebih rendah daripada yang tidak meminum kopi.

Apakah ini berarti para pecinta kopi lebih terhindar dari penyakit mematikan tersebut?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti yang terlibat memperingatkan agar para pembaca hasil riset mereka, bahwa mereka sendiri “belum yakin apakah yang menyehatkan itu adalah kopinya, kandungan di dalamnya, atau perilaku peminum ketika menikmati kopi.”

Belum Tentu Meminum Kopi Menurunkan Risiko Penyakit

Data yang didapatkan dari hasil observasi hanya menunjukan hubungan antara konsumsi kopi dan gagal jantung dan stroke. Namun, penelitian ini belum bisa membuktikan bahwa kopi benar-benar bisa menurunkan risiko penyakit.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa peminum kopi memiliki angka kemungkinan menderita penyakit jantung dan stroke lebih rendah, namun hasil ini belum membuktikan kalau meminum kopi memang menurunkan risiko penyakit.

Apabila kamu seorang perokok, tentu meminum kopi sambil merokok justru menambah bahaya dan risiko terkena penyakit. Kafein bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga bagi perokok yang juga peminum kopi, maka akan memiliki resiko darah tinggi yang lebih besar. Namun, kebiasaan ini tidak berpengaruh pada bertambahnya resiko penyakit jantung.

Beberapa manfaat lain dari mengkonsumsi kopi adalah menurunkan risiko diabetes, kanker prostat, kanker hati, dan umur panjang. Karena itu, meskipun belum terbukti secara ilmiah kalau kopi mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, kamu tetap bisa merasakan manfaat lain dari meminum secangkir kopi setiap hari.

Sudahkah kamu minum kopi hari ini?

Cupping, Cara Baru KBRI Seoul Untuk Rayu Para Buyer Kopi

Cupping, Cara Baru KBRI Seoul Untuk Rayu Para Buyer Kopi – Masih terdengar agak awam, tapi inilah yang dilakukan oleh KBRI Seoul, Korea Selatan. Merayu para buyer kopi dengan cara “cupping” bagi Q-grader.

Baca juga : Ternyata Kopi Indonesia Paling Disukai di Wellington

Kegiatan divisi perdagangan KBRI seolah pindah tempat ke Cafe Show 2017 Seoul yang diikuti oleh puluhan negara. Semua peserta beratraksi merayu supaya importir kopi Korsel tertarik untuk membeli produk mereka.

Tak main-main, Indonesia yang dikenal dengan kopi robusta dan arabikanya, kali ini melakukan cupping atau mempersilakan para Q-grader mencicipi kopi dari sejumlah perusahaan yang hadir. Bagi yang tertarik maka bisa segera melakukan negosiasi harga dan memesan berapa kontainer kopi yang akan dibeli.

Q-grader merupakan orang-orang ahli kualitas kopi bersertifikat yang pekerjaanya mencicipi kopi. Bukan untuk diminum, tapi hanya untuk dirasakan sesaat. Ia menyedot kopi yang telah diseduh dengan cara cepat sehingga semua aromanya memasuki rongga mulut sampai tenggorokan.

Para Q-grader biasanya sudah tahu persis seluk-beluknya kopi arabika dan robusta. Bahkan, dengan melakukan cupping maka akan paham kandungan khas yang terdapat dalam kopi. Apakah itu aroma buah, madu atau aroma lainnya.

“Jika kopi diminum dengan cara biasa maka yang terasa hanya manis, pahit, asam dan asin,” ujar Syafrudin, Presiden Asosiasi Ahli Kopi Indonesia.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Seoul, Aksamil Khair, cupping dilakukan sebagai salah satu metode menembus pasar Korsel yang kini sangat penuh persaingan. Terdapat 11 perusahaan Indonesia yang ikut dalam pameran kali ini untuk bersaing dengan produsen kopi dari berbagai negara.

“Sekarang tidak lagi urusan jual kopi berkualitas. Namun harus bisa mengenalkan detail aroma kopi khas Indonesia. Untuk inilah kita perlukan cupping,” ucapnya.

Puluhan Q-grader senantiasa mengantri untuk melakukan cupping kopi Indonesia. Dalam sehari hanya disediakan waktu sekitar dua jam bagi para ahli untuk icip-icip. Rekomendasi para ahli itu yang akan ditindaklanjuti oleh para importir.

Untuk menjadi Q-grader, seseorang bisa kursus di laboratory grader yang ada di Bandung atau Jakarta. Sekali kursus harus merogoh kantong antara 15-20 juta rupiah. Kalau gagal bisa mengulang dengan biaya 2 juta rupiah per materi. Saat ini di Indonesia baru ada 400-an Q-grader. Apakah Anda tertarik?

Benarkah Hirup Aroma Kopi Bisa Membuat Tubuh lebih Tenang

Benarkah Hirup Aroma Kopi Bisa Membuat Tubuh Lebih Tenang? Kopi terkenal dengan kandungan kafeinnya yang dipercaya dapat mengusir rasa kantuk. Walaupun sering dijadikan sebagai teman begadang, tapi kopi sepertinya bukan minuman yang tepat untuk orang yang mengalami stres karena kurang tidur.

Baca juga : Nasionalisme Kopi Ala Presiden Jokowi

Beberapa penelitian menyebutkan kalau meminum kopi ketika sedang stres justru bisa meningkatkan tekanan yang dirasakan. Karena itu, mereka yang kurang tidur atau mengalami insomnia tak diperkenankan meminum kopi.

Walaupun kopi bisa meningkatkan stres pada beberapa orang tertentu, tapi tahukah kamu kalau aroma kopi malah memberikan efek sebaliknya?

Menghirup aroma kopi ternyata dipercaya bisa menurunkan tingkat stres seseorang. Tak perlu menyeruputnya, kamu hanya perlu menghirup kopi sebagai obat pereda stres. Beberapa peneliti juga menilai jika aroma kopi yang dihirup bisa menimbulkan efek menenangkan pada tubuh, sehingga mereka yang mengalami insomnia bisa menerapkan metode ini dalam mengobati gangguan tidur mereka.

Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sebuah penelitian yang diketuai Han-Seouk Seo, pada tahun 2008 silam menemukan hasil jika aroma kopi bisa mempengaruhi gen serta protein yang ada pada otak. Peneliti yang berasal dari Seoul National University itu menggunakan tikus sebagai media uji coba.

Tikus laboratium diuji coba oleh Seo dan tim untuk melihat reaksi dari hewan pengerat tersebut pada aroma kopi yang ditimbulkan. “Ada beberapa penelitian lain yang juga meneliti hal yang sama, yaitu efek dari sebuah aroma kopi,” tulis Han-Seouk Seo pada jurnal penelitiannya.

“Penelitian ini merupakan usaha pertama kami dalam menjelaskan pengaruh dari aroma biji kopi pada gangguan tidur, seperti kurang tidur serta termasuk dalam mengurangi tingkat stres pada otak tikus,” tulisnya lebih lanjut.

Seo dan peneliti lain yang berasal dari Jepang serta Jerman menggunakan biji kopi Kolombia yang sudah dipanggang sebagai alat uji coba. Penelitian ini melibatkan beberapa tikus dengan memisahkannya ke dalam 2 kelompok.

Kelompok pertama diisi oleh tikus dengan kondisi normal dan stres akibat kurang tidur. Sedangkan kelompok kedua diisi oleh dua jenis tikus yang sama, namun bedanya kelompok ini dibiarkan menghirup aroma biji kopi yang telah disangrai.

Kedua kelompok ini lalu dibandingkan. Dan hasilnya, kelompok tikus yang menghirup aroma biji kopi menunjukkan perubahan aktivitas gen yang berbeda. Hasil ini juga menunjukkan jika kadar sejumlah protein pada otak ikut berubah dengan cara yang bisa memberikan efek menenangkan atau memiliki fungsi sebagai antioksidan.

Walaupun demikian, bukan berarti otak manusia sama dengan otak tikus yang diuji coba. Penelitian ini masih membutuhkan uji coba lebih lanjut untuk mencari bukti lain yang mendukung.

Jika kamu penasaran dan ingin membuktikannya, maka kamu bisa mencoba meletakkan biji kopi yang telah disangrai dekat dengan tempat tidurmu. Lalu cobalah hirup biji kopi ini di pagi hari ini untuk mengetahui, apakah benar aromanya bisa membuat kamu lebih tenang atau tidak.

Kini Ada Cat Kuku yang Mengandung Kafein

Kini Ada Cat Kuku yang Mengandung Kafein – Berapa cangkir kopi yang telah kamu minum hari ini? Satu? Atau malah sudah memasuki gelas ke tiga?

Tidak bisa dipungkiri, saat ini ada jutaan penduduk dunia yang mengalami ketergantungan dengan kopi. Sensasi pahit nan nikmat dari minuman berkafein ini disukai oleh banyak kalangan, khususnya kaum pekerja yang sibuk beraktivitas setiap hari.

Baca juga : Ini Kopi Termahal di Dunia, Harganya Hampir Rp 1 Juta

Kandungan kafein yang ada di dalamnya ampuh untuk mengusir kantuk. Kopi juga diklaim dapat memberi rasa segar pada tubuh serta pikiran Anda.

Sebagian orang bahkan mengaku telah memasuki tahap kecanduan kopi. Sehari saja tidak mengkonsumsi kopi, rasanya ada yang kurang dan janggal. Dan tidak sedikit juga orang yang merasa pusing karena belum menenggak kopi sejak mengawali hari.

Tetapi tahukah kamu kalau kopi tidak hanya bisa dinikmati dalam wujud minuman ataupun makanan saja?

Adalah Nails Inc, yang belum lama menciptakan kreasi cat kuku yang memiliki kandungan kafein. Seperti layaknya kopi.

Bukannya tanpa alasan perusahaan cat kuku yang satu ini menjadikan kafein sebagai bahan campuran. Semua karena kemampuan kafein yang bisa menyehatkan dan memperkuat kuku Anda.

Dan seperti yang bisa kamu tebak, varian cat kuku berkafein ini hadir dalam warna nude dan cokelat yang cantik. Sangat serasi jika dipadukan dengan secangkir latte yang kamu minum.

Ada empat warna yang bisa dipilih. Yaitu Espresso Martini, Afternoon Mocha, Chai Kiss, dan Rise and Grind. Untuk bisa mendapatkannya, kamu perlu merogoh kocek US$ 11 atau setara dengan Rp 147 ribuan.

Ternyata Kafein Memicu Hasrat Untuk Konsumsi Makanan Manis

Ternyata Kafein Memicu Hasrat Untuk Konsumsi Makanan Manis – Apakah kamu termasuk ke dalam golongan orang yang wajib mengonsumsi kopi di pagi hari? Jika ya, sebaiknya kamu mulai mempertimbangkan kebiasaan yang satu ini.

Baca juga : Ternyata Minum Kopi Bisa Perpanjang Usia

Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of Food Science, mengonsumsi kafein akan membuat kamu ingin mengonsumsi gula. Agaknya, inilah yang jadi alasan mengapa kamu cenderung ingin mengunyah camilan manis sehabis menyesap secangkir kopi.

Bagaimana bisa?

Penelitian ini dilakukan terhadap 2 kelompok orang yang diminta untuk mengonsumsi secangkir kopi biasa dan kopi decaf tanpa diberi tahu urutannya.

Untuk kamu yang belum paham, decaf merupakan istilah yang diberikan untuk kopi yang kadar kafeinnya jauh lebih rendah daripada kopi biasa. Jika kopi biasa rata-rata mengandung 85 miligram kafein, maka decaf hanya mengandung 15 – 30 mg kafein saja.

Selesai mengonsumsi kopi, mereka diminta untuk menilai kadar kemanisan gula yang diletakkan pada sebuah cangkir. Dan hasilnya?

Peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi biasa menganggap gula pasir tersebut kurang manis. Reaksi ini cukup kontras jika dibandingkan dengan kelompok decaf, yang menilai kalau gula itu memiliki kadar kemanisan yang normal.

Kesimpulannya adalah kafein bisa membuat indera perasa kamu jadi lebih tumpul selama beberapa saat. Dengan lidah yang berada dalam kondisi tumpul, kamu cenderung berusaha mencari kudapan atau makanan yang lebih manis.

Tetapi jangan khawatir, karena efek tumpul pada lidah ini tidak bertahan terlalu lama. Jadi, jangan buru-buru mencari camilan manis sehabis mengonsumsi kopi, ya! Karena selain bisa membuat gula darah naik, kamu juga berpotensi mengalami kegemukan.