Cappuccinno, Kopi Favorit Artis Cantik Julie Estelle

Cappuccinno, Kopi Favorit Artis Cantik Julie Estelle – Salah satu pemain film “Filosofi Kopi”, Julie Estelle, ternyata benar-benar merupakan seorang coffee enthusiast. Dari sekian banyak jenis kopi, perempuan yang berusia 28 tahun ini memilih cappucinno sebagai kopi favoritnya yang tidak pernah absen dikonsumsi setiap hari.

Baca juga : Ini Cara Minum Kopi Yang Benar Agar Terasa Lebih Nikmat

Julie mengaku kalau ia sangat suka dengan cappuccino, karena rasa manis yang dihasilkan oleh jenis kopi tersebut.

“Aku suka kombinasi susu dengan kopi, karena susu itu memberikan sweetness pada kopi itu sendiri. Kebetulan aku kalau minum kopi enggak pakai gula,” ucap Julie.

Walaupun begitu, pemain film “Headshot” ini juga menikmati kopi lokal, terutama kopi Aceh Gayo dan Mandailing. Tapi memang tendensi Julie adalah setiap minum kopi yang dicampur dengan susu alias cappuccino.

Hal ini karena ternyata adik dari Cathy Sharon itu mempunyai masalah dengan asam lambung. Dengan mencampur kopi bersama susu, maka akan lebih mudah untuk dicerna dan tak merusak lambung lebih cepat.

“Aku tetap suka minum single origin, tapi kalau misalnya minum itu harus hati-hati. Harus makan dulu biar enggak kosong,” ucapnya.

Kebiasaannya mengonsumsi kopi aMPi tak bisa diingat sejak kapan oleh Julie. Setiap hari, pasti Julie mwminum kopi sebelum beraktivitas. TPI ia membatasi minum kopi AmpI empat gelas per hari.

“Kalau di rumah biasanya pagi, kalau (kerja) sampai malem, biasanya malem juga. Tidak tentu berapa cup sehari. Minimal 1, maksimal paling 3. Aku membatasi sampe 3-4 cup,” Tandasnya.

8 Mitos Seputar Kopi Yang Beredar dan Belum Tentu Benar

8 Mitos Seputar Kopi Yang Beredar dan Belum Tentu Benar – Kopi merupakan minuman paling populer di dunia. Bagi kebanyakan orang, meminum kopi setiap hari telH menjadi gaya hidup. Banyak yang Beranggapan KlU minum kopi itu baik untuk kesehatan, Tpi tak sedikit yang mengatakan kalau minum kopi bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca juga : Petuah Kopi

Banyak mitos seputar minum kopi yang kerap membuat bingung dan menimbulkan pertanyaan. Minuman berwarna hitam pekat ini sering disalahkan karena mengandung kafein di dalamnya yang hingga saat ini masih diperdebatkan tentang pengaruhnya untuk kesehatan.

Berikut Ini 8 Mitos KOpi Ynag Beredar di Masyarakat

1, Kopi Menyebabkan Penyakit Jantung

Mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang (300 mg atau 3 cangkir kopi) per harinya tak akan memberikan efek buruk bagi tubuh. Bagi penderita jantung, kafein dalam kopi mungkin kurang baik.
Tetapi bagi yang sehat, minum kopi malah bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Kopi Bisa Membuat Dehidrasi

Banyak orang yang mengira jika minum kopi bisa menyebabkan dehidrasi karena kandungan kafein pada kopi memiliki sifat diuretik. Hal ini berarti orang akan sering buang air kecil usai minum minuman berkafein, di mana itu bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

Kafein memang terbukti mengakibatkan diuretik kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, tetapi konsumsi kopi dalam jumlah normal memberikan efek hidrasi yang tidak jauh berbeda dengan konsumsi air mineral.

3. Secangkir Kopi Bisa Menenangkan Pikiran

Minuman yang berkafein memang akan membuat seseorang menjadi lebih waspada / terjaga. Mitos yang berkembang kalau meminum kopi setelah mabuk bisa menenangkan sama sekali tidak benar. Karena konsumsi kafein bersama alkohol akan memberikan efek yang buruk dan bisa membahayakan tubuh seseorang. Sebuah studi yang dilakukan oleh American Psychological Association menyimpulkan kalau kopi tidak membalikkan dampak kognitif negatif alkohol.

4. Kafein Bersifat Adiktif

Faktanya kafein adalah stimulan ringan. Kafein merangsang sistem saraf pusat, yang menyebabkan adiksi sangat rendah. Tidak ada bukti yang menunjukkan kalau mengonsumsi kafein bisa menyebabkan kecanduan seperti pengaruh dari meminum alkohol. Konsumsi kafein dalam takaran yang wajar, sekitar 200-300 mg atau 2-3 cangkir kopiper hari bisa mempengaruhi mood dan menigkatkan kewaspadaan.

5. Secangkir Kopi di Sore hari Bisa mengakibatkan Insomnia

Stimulasi energi yang dipicu oleh kafein di dalam kopi dianggap sebagai faktor yang memicu insomnia. Padahal kafein hanya bertahan sebentar dalam tubuh.

Setelah dikonsumsi, kafein langsung diproduksi dalam hati dan kemudian 75% nya terbuang dari tubuh dalam waktu maksimal 5 jam. Jadi jika kamu meminum kopi pada jam 3 sore dan setelah itu kamu langsung tidur siang maka kafein pun akan cepat hilang dari tubuh.

6. Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi

Asupan kafein lebih dari 600 mg atau sekitar 7,5 cangkir kopi per hari memang bisa menunda kehamilan selama setahun. tetapi, mengonsumsi kafein 200 mg tak akan membahayakan janin. Kafein bisa melewati plasenta dan mengenai janin, tapi tak ada bukti konkret yang menyatakan kalau hal tersebut berbahaya.

7. Semakin Pekat Warna Biji Kopi Ketika Disangrai, maka akan Semakin Nikmat Rasanya

Masa roasting (penyaringan) kopi adalah proses yang paling menentukan rasa kopi yang dihasilkan. Saat kopi disangrai selama berjam-jam maka biji kopi hitam atau kopi murni tersebut akan berwarna hitam legam (gosong) yang akan menyebabkan munculnya rasa pahit pada kopi. Faktanya adalah menyangrai kopi yang bagus hanya membutuhkan waktu 20 menit dan akan menghasilkan rasa kopi asli yang nikmat tanpa diberi gula, susu, atau krim.

8. Semua Kopi Memiliki Jumlah Kafein Yang Sama

Masing-masing orang memiliki cara sendiri untuk mengolah kopi. Entah menggunakan cara tradisional ataupun dengan coffee maker yang canggih. Hal inilah yang tak akan membuat jumlah kafein pada kopi sama. Misalnya, kopi yang dijual di McDonald memiliki takaran 9,1 mg kafein per 100 gr cairan kopi, berbeda dengan kopi Starbucks yang mencapai 20 mg kafein per cup-nya.

Petuah Kopi

Pada suatu hari ada seorang Kyai yang memberiak petuah kopi kepada Santrinya, berikut ini kisahnya

Baca juga : Efek Minum Kopi Pada Sistem Pencernaan

Kyai: Tolong buatkan dua gelas kopi untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dahulu, bawa saja kemari denagn wadahnya.

Santri: Baik, kyai.

Tidak lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula yang masih di dalam wadahnya dengan sendok kecil.

Kyai: Cobalah kamu rasakan kopimu nak, bagaimana rasa kopimu?

Santri: rasanya sangat pahit sekali kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula, lalu aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: Rasa pahit kopi sudah tak terasa, yang ada rasa manis, kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula lagi, lalu aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: sangat manis sekali, kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.

Kyai: Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri: rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.

Kyai: Ketahuilah nak, pelajaran yang bisa kita ambil dari contoh ini adalah jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.

Santri: Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup bisa kita rasakan, jika kita bisa merasakan hidup seperlunya, tak melebihi batas. Terimakasih atas pelajaran ini, kyai.

Kyai: Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.

Kyai: Bagaimana rasanya?

Santri: rasanya nikmat, kyai…

Kyai: Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.

Santri: Terima kasih atas petuahnya, kyai.

Efek Minum Kopi Pada Sistem Pencernaan

Efek Minum Kopi Pada Sistem Pencernaan – Ternyata minum kopi tidak hanya membuat mata kita melek. Kita tahu kalau kafein dalam kopi memiliki sifat diaretik ringan. Itu berarti minum kopi akan membuat tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak dari sebelumnya (buang air kecil).

Baca juga : Kamu Enggak Mau Jerawatan? Jangan Sering Minum Kopi

Bagi sebagian orang, minum kopi selalu membuat mereka merasa ingin buang air besar. Mungkin terlihat tak masuk akal, karena kopi yang dianggap bersifst diuretik (atau membuat dehidrasi), malah bisa mengakibatkan buang air besar. Dan apalagi dehidrasi merupakan penyebab umum dari sembelit. Kalau Anda salah satu orang yang langganan BAB usai minum kopi, Anda mungkin akan bertanya-tanya apa alasan di balik efek kopi itu.

Menurut para ilmuwan, senyawa kimia yang ada dalam kopi bisa merangsang distal usus. Senyawa kimia itu merangsang kontraksi otot di usus besar, mirip dengan kontraksi perut yang Anda alami seusai makan. Itu untuk membantu mendorong sisa hasil pencernaan keluar dari tubuh Anda lebih cepat.

Tapi masih belum jelas senyawa kimia mana yang berperan dalam rangsangan ini. Kopi juga bisa merangsang pelepasan gastrin, yaitu hormon yang diproduksi dalam perut dan bisa meningkatkan aktivitas motorik dalam usus besar yang akan mempercepat gerakan usus. Nah, karena daerah dari usus besar ini letakknya paling dekat dengan dubur, peneliti menyimpulkan kalau peningkatan aktivitas di sana akibat efek pencahar dari kopi.

Selain itu, sifat asam kopi juga menyebabkan peningkatan produksi asam lambung serta asam empedu di dalam tubuh. Hati memproduksi empedu dan menyimpannya di dalam kantung empedu. Kan kopi bisa membuat kantung empedu melepaskan empedunya ke dalam usus sehingga akan menyebabkan diare.

Dan bisa jadi, peningkatan keasaman di dalam tubuh secara keseluruhan akan membuat perut membuang limbahnya keluar dengan lebih cepat dari biasanya. Yang lebih mengejutkannya lagi, efek minum kopi decaf (tanpa kafein) juga menunjukkan reaksi yang sama yaitu kebelet buang air besar.

Hal ini membust para peneliti menyimpulkan kslsu penyebab buang air besar udsi minum kopi bukan berasal dari kafein, tapi ada zat lain dalam kopi yang berpersn sebagai obat pencahar.

Sebuah studi pada tahun 2003 yang diterbitkan di dalam Journal of Human Nutrition dan Dietetics, seperti dilansir dari Live Science menemukan kalau ketahanan tubuh yang kuat terhadap sifat diuretik kopi sering muncul pada seseorang yang mengonsumsi kopi secara teratur. Tapi jika Anda menambahkan bahan pemanis, produk susu, ataupun topping non-dairy lain ke dalam kopi Anda, ini bisa memberikan tekanan tambahan di sistem pencernaan tubuh.

Pemanis buatan di dalam campuran kopi bisa menyebabkan kembung, gas, serta diare. Produk seperti susu, whip cream, atau krimer mengandung gula yang disebut laktosa. Nah, Bagi orang-orang yang memiliki intoleran laktosa, laktosa bisa memicu diare dan keluhan pencernaan lainnya. Bahkan di antara mereka yang tak memiliki kondisi ini, kemampuan untuk mencerna laktosa cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Itu membuat mereka lebih rentan untuk bolak-balik ke belakang sebagai efek minum kopi.

Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Gigi Bagi para Pencinta Kopi 1

Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Gigi Bagi para Pencinta Kopi – Karena kandungan kafeinnya yang cukup tinggi, kopi sering dimanfaatkan sebagai penambah stamina. Tapi sayang, kandungan tanin pada kopi bisa membuat gigi menjadi kuning sehingag bisa mengganggu penampilan. Tidak hanya itu, konsumsi kopi berlebihan tanpa diikuti perawatan gigi yang baik bisa mengakibatkakn kerusakan gigi.

Baca juga : Kim Teng Kedai Kopi Legendaris di Pekanbaru

Tapi tak perlu khawatir, kerusakan yang disebabkan oleh kopi bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Berikut ini ulasannya.

1. Kumur dengan air putih

Jangan lupa untuk berkumur dengan menggunakan air putih setelah mengkonsumsi minuman yang bersifat asam seperti kopi. Air putih berfungsi untuk emnetralisir asan yang dihasilkan oleh kopi sehingga bisa mengurangi risiko kerusakan pada gigi.

2. Sikat gigi dengan benar

Kopi mengandung tanin yang bisa meninggalkan bercak hitam atau stain di gigi dan bisa menjadi karang gigi. karena itu sikat gigi dengan benar bisa mengurangi risiko terbentuknya karang gigi karena kopi.

Menyikat gigi yang benar dilakuakn secara memutar dari kanan ke kiri. Jangan menyikat gigi secara vertikal, karena bisa merusak gusi. Selain itu, lakukan sikat gigi selama 2 menit dan jangan terburu buru. Waktu yang disarankan untuk menyikat gigi adalah 30 menit setelah makan. Dan jangan lupa untuk menyikat gigi sebelum tidur.

3. Rajin membersihkan karang gigi

Karang yang terbentuk di gigi tak bisa bersih dengan sendirinya. Karena itu, usahakan untuk rutin melakukan pembersihkan karang gigi atau scaling di klinik dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali, supaya kerusakan gigi dan gusi bisa dicegah.

4. Gunakan pasta gigi tanpa detergen

Pasta gigi yang memiliki kandunga detergen terlalu banyak bisa mengganggu bakteri baik yang ada di dalam mulut. Akibatnya, gigi akan lebih rentan rusak. Ciri-ciri pasta gigi yang bebas detergen adalah tak menghasilkan busa. Karena itu, sebaiknya lebih cermat memilih pasta gigi yang digunakan.