Di London, Kopi Akan Jadi Bahan Bakar Bus

Di London, Kopi Akan Jadi Bahan Bakar Bus – Siapa yang menyangka kopi yang kita nikmati setiap hari bisa menjadi bahan bakar? Hal itulah yang akan terjadi di London, Inggris.

Minuman sejuta umat itu akan menjalankan mesin bus-bus di jalanan ibu kota tanah kelahiran David Beckham itu.

Baca juga : Menteri BUMN Kampanyekan Kopi Saat Berkunjung ke Papua

Akan tetapi jangan salah, yang digunakan sebagai bahan bakar bukanlah kopi konsumsi sehari-hari, tapi minyak dari ampas kopi yang diubah menjadi biofuel.

Bio-bean, adalah perusahaan teknologi asal Inggris yang memproduksi biofuel tersebut. Mereka mengatakan telah memproduksi minyak ampas kopi yang cukup untuk mengoperasikan satu bus selama setahun.

Butuh 2,55 juta cangkir ampas kopi untuk menghasilkan daya bagi sebuah bus London dalam satu tahun. Sejauh ini, 6.000 liter bahan bakar dari kopi telah diproduksi.

Sebenarnya, biofuel telah digunakan untuk mengoperasikan sekitar 9.500 bus yang ada di London. Akan tetapi, ini adalah biofuel pertama yang berbahan dasar ampas kopi dan akan diterapkan di kendaraan umum.

Menurut Bio-bean, penduduk London menghasilkan 200 ribu ton ampas kopi per tahun. Ini merupakan potensi besar bagi bahan bakar baru ini. Ampas kopi yang digunakan diambil dari kedai kopi dan pabrik kopi instan.

Bus tidak perlu modifikasi untuk dapat menggunakan bahan bakar ini. Harapannya, penggunaan biofuel ini dapat mengurangi emisi gas dari transportasi umum London yang tingkat polutannya sudah mengkhawatirkan.

Krema, Bagian Termains di Dalam Secangkir Kopi

Krema, Bagian Termanis di Dalam Secangkir Kopi – Selain ampas, ternyata ada bagian kopi yang sering diabaikan oleh orang awam, padahal bagian kopi ini memiiki keistimewaan tersediri, yaitu krema. Mimi Alawiyah, salah satu trainer senior di Indonesian Coffee Academy (ICA) menjelaskan tentang keistimewaan krema di dalam secangkir kopi murni, pada acara Shopee X Anomali Coffee, di Anomali Coffee Menteng, Jakarta, hari Jumat (27/07/2018).

Baca juga : Cappuccinno, Kopi Favorit Artis Cantik Julie Estelle

Krema ialah cairan berwarna kuning tua yang muncul pertama kali pada saat ekstraksi kopi. Biasanya krema mengambang seperti buih dalam secangkir kopi, terutama kopi yang disajikan secara manual brew cupping atau lebih dikenal dengan tubruk.

Ada banyak faktor yang membentuk crema. Salah satu faktor adalah pada saat air panas mengekstrak kopi dalam tekanan yang tinggi, ada proses pelepasan / emulsifikasi kandungan lemak/minyak di biji kopi.

Ia juga menjelaskan bentuk krema berasal dari endapan minyak nabati serta kumpulan gelembung udara yang berukuran sangat kecil.

“Kasarnya krema itu ampas kopi yang mengambang, berminyak. j=Jika ingin membedakan aroma dan rasa beberapa jenis kopi Krema harus dibersihkan,” ujarnya saat mempraktikkan cara menilai aroma kopi terbaik dalam acara tersebut.

“Ia (krema) lah yang lekat menempel di mulut dan tenggorokan, jadi akan membuat sulit menyecap rasa kopi yang berbeda, dari beberapa jenis kopi,” ujarnya sambil membersihkan krema dari atas permukaan kopi toraja.

Namun, krema juga memiliki keistimewaan. Menurutya, krema merupakan hal yang paling manis pada kopi. Penikmat kopi akan membutuhkannya sewaktu-waktu pada jenis kopi tertentu, salah satunya jenis espresso.

“Krema adalah hal yang termanis pada kopi, kita membutuhkannya sewaktu-waktu untuk menambah rasa manis alami tanpa menggunakan gula,” ujarnya.

Krema dalam espresso kadang disebut juga sebagai “Guinness effect”. Banyak penikmat dan barista profesional yang memandang pentingnya krema dalam sajian espresso untuk menyeimbangkan rasa.