Kopi Indonesia | Fakta Seputar Kopi | Komunitas Pecinta Kopi

Sore-sore Ngopi di Bikun Coffee yang Unik

Sore-sore Ngopi di Bikun Coffee yang Unik – Sudah lama aku melewati kedai kopi yang mengusung konsep “ngupi cantik” di bus kuning, bus andalan warga Universitas Indonesia, Depok. Dan akhirnya sore ini aku berkesempatan untuk mampir sejenak di kedai kopi, kabur sejenak dari penatnya pekerjaan. “Ngopi cantik” bersama dengan para mahasiswa, seperti kembali merasa muda.

Baca juga : Gesha, Kopi Paling Mahal di Dunia, Bisa Dinikmati di TGC Coffee

Saat ini minum kopi sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Dulu jarang-jarang aku menemukan kawan ngopi kopi hitam di warung mahasiswa, terutama kaum perempuan. Tapi kini mencari kawan untuk “ngopi cantik” terbilang mudah.

Banyak pecinta kopi bermunculan, baik yang benar-benar suka dan penasaran dengan beragam jenis kopi, maupun yang hanya mengikuti tren kekinian. Hal ini juga ditunjang dengan menjamurnya kedai kopi kekinian.

Tambahkan fasilitas Wifi, lagu-lagu yang asyik, dan interior-eksterior yang instagrammable. Maka akan banyak kalangan muda yang berdatangan untuk mencobai kelezatan kopinya dan menikmati kenyamanan suasananya. Di Universitas Indonesia yang terletak di Depok sudah ada berbagai kedai kopi yang cozy dari Javaroma Coffee, Coffee Toffee, Beuu Coffee, dan Bikun Coffee.

Bikun Coffee terletak di kawasan Fakultas Hukum UI. Kafe yang didirikan sejak 2016 ini terbilang unik karena menggunakan bus kuning yang sudah tidak digunakan menjadi tempat ngopi yang asyik.
Sore ini di Bikun Coffee terbilang tidak begitu ramai. Sayangnya bagian dalam bus kuning yang diubah menjadi dalaman kafe cukup penuh, sehingga aku harus puas untuk duduk di luar kafe.

Bus yang digunakan untuk kedai kopi ini bagian dalamnya telah diubah. Di dalamnya terdapat beberapa meja, kursi, dan colokan kabel sehingga pengunjung bisa bersantai atau malah mengerjakan tugas kuliah dengan menggunakan laptop di sini. Ada fasilitas wifi sehingga pengunjung bisa betah berseluncur di dunia maya sambil memutakhirkan status.

Aku memeriksa daftar menunya. Ada makanan berat maupun makanan ringan seperti aneka roti bakar, aneka nasi goreng, pisang bakar, kentang goreng, dan sosis. Sedangkan untuk minumannya ada non-kopi dan beragam jenis kopi. Yang non-kopi seperti teh, aneka jus, wedang uwuh, dan cokelat.

Kopinya ada jenis kopi lokal dan kopi mancanegara. Kopi lokal yang ditawarkan ada kopi Gayo, Bali Kintamani, Toraja, serta Flores Badjawa. Sedangkan kopi lainnya ada Cafe latte, Mocha, Americano, kopi Vietnam, dan kopi tubruk. Harganya untuk makanan berkisar Rp 20 ribuan, sedangkan untuk minuman berkisar Rp 15-25 ribu.
Aku memilih kopi Vietnam panas. Harganya plus pajak berkisar Rp 20.900. Aku memilih kopi Vietnam karena suka penyajiannya. Kopi ini disajikan dengan menggunakan alat seperti saringan.

Kopi di wadah atas akan menetes ke gelas di bagian bawah melewati saringan. Tetes-tetes kopi itu kemudian terkumpul hingga gelas terisi penuh. Kopi pun kemudian siap diaduk dengan susu kental manis yang ada di bagian dasar gelas.

Aku menyeruput kopi perlahan-lahan. Wah, aku terlalu semangat mengaduk kopi sehingga agak kemanisan. Kopi Vietnam bagiku agak tajam, cocok diminum sore hari selepas Ashar agar mata kembali melek dan siap kembali beraktivitas sambil menunggu jam pulang.
Kucing yang ada di atas meja di sebelahku nampak pulas tidur, tidak terganggu oleh kehadiranku. Mungkin si kucing perlu kopi biar tidak tidur melulu.

Teleponku kemudian berdering, wah jangan-jangan aku dicariin. Waduh tak terasa sudah setengah jam aku “terdampar” di sini hehehe. Aku pun buru-buru menghabiskan kopiku yang sudah agak dingin.

Gesha, Kopi Paling Mahal di Dunia, Bisa Dinikmati di TGC Coffee

Gesha, Kopi Paling Mahal di Dunia, Bisa Dinikmati di TGC Coffee – Pernah merasakan kopi Gesha atau bisa juga disebut Kopi Geisha? Ini merupakan kopi yang diklaim sebagai kopi paling mahal di dunia. Harga kopi dalam bentuk bikian per kilogramnya bisa mencapai Rp65 juta. Luar biasa bukan!

Baca juga : Di London, Kopi Akan Jadi Bahan Bakar Bus

Nah, jika Anda ingin menikmati kopi Gesha, tapi dengan harga yang tak selangit, Anda bisa berkunjung ke TGC Coffee. Kafe yang ada di Loop, Graha Famili Surabaya, ini memang dikenal menyajikan speciality coffee.

Owner TGC Coffee, Daniel Ko, mengatakan penawaran langka itu sekaligus sebagai rangkaian ulang tahun TGC Coffee yang ke-2. Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan bean tamu sebanyak 21 varian Gesha.

Diakuinya, saat ini Gesha menjadi primadona kopi di dunia. Tak hanya karena karakter rasanya yang kaya, kopi ini menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

“Selain itu, produksi panen dari kopi ini tidak banyak, kebetulan saya berkesempatan memiliki beberapa varian dan saya ingin berbagi dengan pelanggan setia TGC. Khususnya pemegang member TGC,” katanya, kemarin.

Lantas, berapa harga kopi Gesha yang dia tawarkan? Daniel menyebut, dia hanya mematok harga Rp 110 ribu – 125 ribu per cangkir. “Namun kami hanya menyediakan terbatas 6-7 cangkir untuk setiap kopi Gesha yang kami olah. Padahal jumlah member kami sekitar 1.500 orang. Jadi siapa cepat, dia dapat,” ujar Daniel.

Dipaparkannya, kopi Gesha bisa mahal karena saat ini permintaan yang semakin meninggi akan kopi ini. Sementara tempat penanaman kopi Geisha, yaitu dataran tinggi Panama, terbilang semakin menyempit karena banyak tanah yang telah terjual untuk dibangun rumah bagi orang-orang kaya Amerika Utara. Apalagi upah para pekerja yang menanam biji kopi Geisha terbilang mahal sehingga sebagian besar biaya tersebut dibebankan kepada konsumen.

“Saya bisa mendapatkan kopi ini dari hasil lelang yang dilakukan di pasar global,” kata Daniel bangga.

Sekadar diketahui, TGC Coffee yang merupakan kependekan dari The Grinder Coffee adalah gerai kopi yang boleh dibilang berbeda dengan gerai-gerai kopi lain di Surabaya. Pasalnya, biji kopi mentah yang dipakai adalah kopi single origin, berasal dari sumber yang telah terpercaya dan memiliki kopi dengan kualitas sangat baik hingga kualitas speciality.

Produk TGC adalah kopi Indonesia dan kopi impor. Tersedia beragam pilihan Arabica murni, TGC house blend, dan juga Robusta murni. Produk TGC adalah 100% kopi murni. Proses sangrai dilakukan di Surabaya menggunakan mesin canggih yang higienis. Bahan yang digunakan murni kopi tanpa menggunakan campuran esens atau perisa maupun pewarna.

Pengunjung di TGC Coffee, bukan saja dari Surabaya, melainkan banyak di antaranya dari luar kota, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Malang, bahkan Jakarta dan Makassar.

Di London, Kopi Akan Jadi Bahan Bakar Bus

Di London, Kopi Akan Jadi Bahan Bakar Bus – Siapa yang menyangka kopi yang kita nikmati setiap hari bisa menjadi bahan bakar? Hal itulah yang akan terjadi di London, Inggris.

Minuman sejuta umat itu akan menjalankan mesin bus-bus di jalanan ibu kota tanah kelahiran David Beckham itu.

Baca juga : Menteri BUMN Kampanyekan Kopi Saat Berkunjung ke Papua

Akan tetapi jangan salah, yang digunakan sebagai bahan bakar bukanlah kopi konsumsi sehari-hari, tapi minyak dari ampas kopi yang diubah menjadi biofuel.

Bio-bean, adalah perusahaan teknologi asal Inggris yang memproduksi biofuel tersebut. Mereka mengatakan telah memproduksi minyak ampas kopi yang cukup untuk mengoperasikan satu bus selama setahun.

Butuh 2,55 juta cangkir ampas kopi untuk menghasilkan daya bagi sebuah bus London dalam satu tahun. Sejauh ini, 6.000 liter bahan bakar dari kopi telah diproduksi.

Sebenarnya, biofuel telah digunakan untuk mengoperasikan sekitar 9.500 bus yang ada di London. Akan tetapi, ini adalah biofuel pertama yang berbahan dasar ampas kopi dan akan diterapkan di kendaraan umum.

Menurut Bio-bean, penduduk London menghasilkan 200 ribu ton ampas kopi per tahun. Ini merupakan potensi besar bagi bahan bakar baru ini. Ampas kopi yang digunakan diambil dari kedai kopi dan pabrik kopi instan.

Bus tidak perlu modifikasi untuk dapat menggunakan bahan bakar ini. Harapannya, penggunaan biofuel ini dapat mengurangi emisi gas dari transportasi umum London yang tingkat polutannya sudah mengkhawatirkan.

Menteri BUMN Kampanyekan Kopi Saat Berkunjung ke Papua

Menteri BUMN Kampanyekan Kopi Saat Berkunjung ke Papua – Menteri BUMN Rini M Soemarno mengagendakan kunjungan atau pemantauan pembangunan ekonomi terutama dari aspek pemerataan di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Provinsi Papua. Prioritas kunjungannya adalah meninjau program keadilan sosial penyetaraan harga kebutuhan pokok.

Baca juga : Kandang Kopi, Kedainya Kopi Giras Surabaya di Bangkalan

Seperti yang dilansir Antara, kunjungan Rini ke Papua akan menyambangi tiga kabupaten, yaitu Puncak Jaya, Jayawijaya dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Dari berbagai kegiatan dalam kunjungannya kali ini, Menteri BUMN menaruh perhatian khusus pada pengembangan kopi oleh petani Papua.

“Rencananya Menteri BUMN akan berdialog dengan dua kelompok peserta pelatihan budi daya dan pasca-panen kopi dari sentra Distrik Yagara dan Distrik Wolo, sekaligus berdialog dengan masyarakat,” ucap Kepala Humas Pemkab Jayawijaya Meitty W Nahuway.

Rini juga dijadwalkan meninjau kebun kopi dan menyerahkan alat pengupas dan pengering buah kopi Arabika untuk para petani kopi di Jayawijaya. Sementara di Kabupaten Puncak Jaya, Rini bersama dengan masyarakat direncanakan mendeklarasikan “Bangga Menyeduh Kopi Papua”.

Dalam kunjungannya yang terdahulu ke Jayawijaya di bulan Agustus, Menteri BUMN mengajak petani lokal untuk meningkatkan jumlah produksi kopi Arabika supaya pendapatan mereka juga bisa meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Dari hasil diskusi bersama petani kopi saat itu, terungkap kendala yang menghambat petani kopi ialah sulitnya akses pemasaran.

“Salah satu permasalahannya adalah biaya angkut ke kota itu cukup mahal. Nah ini sedang kita carikan jalan agar masyarakat Jayawijaya bisa mendapat keuntungan yang lebih baik,” ujar Meitty.

Di luar kampanye kopi Papua, Rini juga akan meninjau program penyetaraan harga produk-produk BUMN. Seperti penurunan harga tiga bahan pokok oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, penyetaraan harga semen oleh PT Semen Indonesia (Persero), program BBM Satu Harga, serta branchless banking yang menjadi program Bank Mandiri.

Kandang Kopi, Kedainya Kopi Giras Surabaya di Bangkalan

Kandang Kopi, Kedainya Kopi Giras Surabaya di Bangkalan – Salah satu cafe yang sedang hits di Kabupaten Bangkalan adalah Kandang Kopi. Syaini Sukijan, sang pemilik cafe, menjelaskan dinamai kandang karena bangunan cafe ini sangat mirip kandang sapi khas Madura.

Baca juga : Kopi Indonesia Semakin Diminati Oleh Pasar Korea Selatan

Tidak hanya dari bentuknya, bahan bangunan yang dipakai juga sama yaitu 90 persen bambu, dinding anyaman bambu serta beratap janur. Bahkan kursi dan meja juga dari bambu. Selain kursi, ada juga tempat untuk lesehan.

Kandang kopi terkenal sebagai tempatnya kopi giras. Kopinl giras asli Surabaya tapi penjualnya kebanyakan warga Gresik. Kedai kopi ini nyaris tidak pernah sepi. Pelanggannya juga dari berbagai kalangan, mulai dari anggota dewan, pengurus partai politik, polisi, wartawan sampai aktivis mahasiswa.

Kandang kopi dibangun pada tahun 2015, sempat vakum setahun karena sepi dan awal tahun 2016 dibuka lagi. Menurut Syaini, jika saat ini kandang ramai, itu tidak lepas dari branding gratis yang dilakukan para pelanggannya. “Mereka selfi disini, lalu diupload ke media sosial, terima kasih,” kata alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep.

Kandang kopi terletak di jalan RE Martadinata, Kelurahan Mlajah. Jalur ini merupakan jalur utama menuju Pasarean Syaikhona Cholil di Desa Martajesah. Letaknya persis seberang jalan kantor Dinas Perhubungan, sebelum kampus kebidanan Ngudia Husada.

Kalau dari Bangkalan Plaza, terus ke arah Polres. Lampu merah belok kanan. Depan terminal putar balik dan setelah Bank BNI belok kiri. Kandang terletak 500 meter dari tikungan. Ada plang kecil di sebelah kanan jalan.

Letak kandang memang strategis, tapi saya kira harga kopi yang murah, kisaran 4 hingga 5 ribu pergelas, cukup terjangkau bagi kantong mahasiswa. Sehingga bisa tetap eksis di dunia tongkrongan.

Selain kopi giras, ada juga kopi nusantara. Seperti kopi aceh, bondowoso hingga kopk flores. Ada minuman dingin cappuccino dan mochacino.

Kalau anda sedang ke Bangkalan, kopi giras kandang kopi layak anda coba. Kandang mulai buka jam tiga sore hingga jam dua malam.