Tren Minum Kopi Akan Tetap Eksis 10 Tahun ke Depan di Kalangan Milenial

Tren Minum Kopi Akan Tetap Eksis 10 Tahun ke Depan di Kalangan Milenial

Tren Minum Kopi Akan Tetap Eksis 10 Tahun ke Depan di Kalangan Milenial – Kemunculan novel sekaligus film Filosofi Kopi karya Dewi Lestari di tahun 2014 dianggap sebagai awal mula munculnya tren minum kopi di masyarakat Indonesia. Film yang dikemas dengan sangat baik itu menyajikan bagaimana cara paling tepat untuk kopi.

Baca juga : Cupping, Cara Baru KBRI Seoul Untuk Rayu Para Buyer Kopi

Terhipnotis dengan penayangan film Filosofi Kopi, banyak masyarakat yang kemudian mulai mencoba untuk mencicipi nikmatnya secangkir kopi hitam persis seperti yang diperagakan oleh karakter utama di film itu.

Padahal jika menarik mundur kebelakang, kopi hitam hanya dinikmati oleh orang yang benar-benar sebagai penikmat kopi sejati. Dan tak terlihat anak muda yang menyentuh minuman yang satu ini.

Kevin Soemantri, seorang pemerhati kuliner dan gaya hidup mengakui fakta itu.

“Dulu itu kopi hanya diminum oleh mereka yang benar-benar menyukai kopi, tapi sejak kemunculan film Filosofi Kopi, semua kalangan mulai dari anak muda bahkan yang berusia 16 tahun terlihat sudah mulai minum kopi,” ungkap Kevin saat dijumpai kumparan (kumparan.com) di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Selama 4 tahun lamanya, tren minum kopi mewabahi masyarakat Indonesia, tidak terkecuali kalangan milenial. Dan Kevin memprediksi jika tren ini tidak akan pudar sampai 10 tahun kedepan.

Bahkan ia juga menilai, tren minum kopi akan menjadi sebuah kebiasaan yang berujung pada pembentukan karakter masyarakat yang tidak bisa lepas dari secangkir kopi.

“Dimulai dari coba-coba, lama-lama jadi suka dan terbiasa, lalu kebiasaan inilah yang akan menjadi karakter. Jadi, saya memprediksi akan ada suatu masa di mana orang tak bisa hidup tanpa kopi karena bagaimanapun tren yang sudah menjadi kebiasaan tak akan bisa dilepaskan dari gaya hidup,” ujar Kevin.

Pria yang juga pernah menjadi kontestan Masterchef Indonesia season pertama ini menjelaskan budaya masyarakat Indonesia yang telah gemar minum kopi dari dahulu mendukung tren ini sehingga kepopuleran kopi diperkirakan tidak akan termakan oleh zaman.

Menjadi salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia juga dikatakan Kevin sebagai alasan kenapa tren minum kopi ini masih bertahan sampai saat ini, bahkan mengalami perkembangan yang sangat pesat.

“Indonesia adalah gudangnya biji kopi, seperti kopi aceh, toraja, bali dan lain-lain. Jadi, karena sumbernya ada, perkebunannya ada dimana-mana serta didukung dengan budaya minum kopi yang telah ada sejak zaman dahulu membuat saya semakin yakin jika tren ini akan terus berkembang hingga 10 tahun mendatang,” ujarnya.

Industri kopi yang sedang berkembang dinilai Kevin sebagai tanda yang menunjukkan kalau saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai mencintai produk lokal karena kebanyakan biji kopi yang dipakai adalah biji kopi yang berasal dari Indonesia. Hal ini tentu membanggakan mengingat industri kopi bisa memajukan serta menyejahterakan para petani kopi yang ada di Indonesia.

“Seiring dengan kecintaan masyarakat pada kopi sama saja dengan menumbuhkan ketertarikan mereka pada produk lokal. Karena minum kopi yang berasal dari biji kopi asli Indonesia sama saja dengan mencintai budaya negeri sendiri,” pungkasnya.

Author: jordan