Nasionalisme Kopi Ala Presiden Jokowi

Nasionalisme Kopi Ala Presiden Jokowi

Nasionalisme Kopi Ala Presiden Jokowi – Ternyata ada kaitan antara kopi dan nasionalisme. Menurut Presiden Joko Widodo, kopi bisa mempersatukan dan membangun sebuah hubungan gotong royong. Apalagi, kalau bisnis kopi mulai dari pekebun sampai penjual dikerjakan oleh anak-anak muda.

Baca juga : Bukan dari Segi Rasa, Ternyata Kualitas Kopi Ditentukan dari Aromanya

“Ya itulah hubungannya dengan nasionalisme. Kopi ini bisa mempersatukan. Kopi ini bisa membangun sebuah hubungan gotong royong, antar pulau, antar provinsi, antar daerah. Saya kira itulah nasionalisme gaya baru,” ujar Presiden Joko Widodo.

Anak-anak muda, terutama generasi millennial, sedang demam kopi. Setidaknya setiap minggu ada 2 sampai 3 kedai kopi baru yang muncul di seluruh Indonesia. Demam kopi ini membuat Presiden Joko Widodo tertarik untuk menggerakan anak-anak muda agar terjun secara profesional ke dalam industri kopi baik sebagai petani ataupun penjual.

“Ada permintaan, ada demand untuk kopi ini di dalam negeri sendiri, di domestik, ada kenaikan yang tidak kecil. Angka yang saya dapatkan kurang lebih 15-20%. Ini kan sebuah angka yang sangat besar kalau kita bisa ambil semuanya untuk anak-anak muda kita,” ujaria.

Anak-anak muda  millennial, kata Jokowi, jangan hanya menjadi konsumen tetapi juga bisa memproduksi kopi, membuat industri kopi, dan bisa menciptakan brand-brand baru atau brand lokal yang bisa go internasional. “Saya lihat ini ada sebuah opportunity, ada sebuah kesempatan yang bisa digunakan untuk anak-anak muda.”

Permintaan yang tinggi ini membuat Presiden Jokowi berharap anak-anak muda mau menjadi petani dan pekebun kopi professional yang sisi keilmuannya benar-benar siap. Artinya, cara menanam, cara memelihara, cara panen dan pasca panen dilakukan profesional. Sehingga nilai dan harga biji kopi sekecil apapun bisa melonjak dan nantinya akan mensejahterakan petani.

Nilai tambah itu akan semakin besar bila anak-anak muda juga terlibat dalam bisnis kopi pasca panen. Misalnya dengan memasarkan biji kopi melalui toko online dengan kemasan yang baik dan brand yang baik. “Itu juga dikerjakan oleh anak-anak muda kita dalam memasarkan misalnya dengan toko online,  atau kemasannya ada packaging yang baik, diberikan brand yang baik, dikemas dengan baik. Saya kira peluangnya ada di situ.”

Author: jordan