Membuat Kopi Bubuk Secara Tradisional

Membuat Kopi Bubuk Secara Tradisional

Membuat Kopi Bubuk Secara Tradisional

Halo semua, kita ketemu lagi nih, pada kesempatan kali ini saya masih mau bahas seputar pengolahan biji kopi. Tapi pada artikel kali ini yang mau saya share adalah gimana caranya membuat kopi bubuk secara tradisional. Kenapa tradisional? Karena dengan cara ini bisa kita lakukan sendiri tanpa harus menggunakan peralatan khusus, dan juga bisa kita lakukan dimana saja. Penasaran gimana caranya? Makanya lanjutin bacanya ya.

Bagi para penikmat kopi mesti udah pada banyak yang tau nih, kalau pembuatan kopi bubuk secara tradisional itu dinilai selalu bisa menghasilkan kopi dengan citarasa dan aroma khas yang sesungguhnya. Karena dengan metode tradisional ini memungkinkan karakter asli kopinya itu tetap terjaga dengan baik. Itu sebabnya kenapa di jaman yang serba modern ini dengan begitu banyaknya mesin pembuat kopi yang beredar, tetap aja ada banyak penikmat kopi yang selalu bikin minuman kopi kesukaannya dengan teknik tradisional.

Kalau pada prinsipnya sih, cara membuat bubuk kopi secara tradisional ini bisa kita kerjakan dengan beberapa tahapan yang saling berkaitan satu sama lain. Dimulai dari pemetikan buah kopi dari kebun kopi, penyortiran buah kopi, pengupasan kulit kopi, penjemuran biji kopi, penggorengan biji kopi, sampai ke tahap penggilingan biji kopi biar bisa dihasilkan bubuk kopi yang kita inginkan.

Berikut ini beberapa tahapan dalam membuat bubuk kopi secara tradisional:

1. Pemetikan Buah Kopi

Pemetikan Kopi

Pada tahap yang pertama ini, buah kopinya ya pasti harus kita petik dulu. Pemetikan ini dilakukan pada buah kopi yang sudah cukup matang. Ciri-cirinya buah kopinya itu warnanya merha sempurna, teksturnya lumayan empuk, dan aroma kopinya terasa. Kalau menurut pengalaman teman saya sebagai peternak kopi, biasanya sih tanaman kopi ini akan menghasilkan buah pada akhir musim kemarau di sekitar bulan September sampai Oktober. Nanti kalau sudah dipetik, buah-buah kopinya itu dikumpulkan di satu wadah khusus untuk bisa disortir atau dipilih menurut ukuran dan tingkat kematangannya.

2. Penyotiran Buah Kopi

Penyotiran Buah Kopi

 

Seperti yang sudah saya bilang tadi, setelah dilakukan pemetikan buah kopinya, langkah selanjutnya itu kita sortir buah kopinya dulu. Penyortiran buah kopi ini dilakukan berdasarkan ukuran penampang dan juga tingkat kematangannya. Tujuannya itu ya untuk bisa menjaga kualitas kopi yang dihasilkan, terutama untuk buah kopi yang punya mutu baik. Gak cuma itu aja, penyortiran buah kopi ini juga bisa berguna pada saat penggorengan biji kopi, semuanya itu bisa jadi matang secara merata karena emang ukurannya sama. Sementara buah kopi mentah yang ikut terbawa sebaiknya kita pisahkan sendiri karena bisa merusak citarasa dan aroma kopi, karena kopi yang dihasilkan nanti rasanya malah cenderung pahit.

3. Pengupasan Kulit

Pengupasan Kulit

 

Langkah yang ketiga setelah kopi disortir itu adalah pengupasan kopi. Secara tradisional, buah kopi ini kita kupas kulitnya dengan cara ditumbuk dengan menggunakan alu di dalam lesung. Pasti teman-teman sudah pada tau kan? Tapi hati-hati waktu memukulkan alu ke buah kopinya, pokoknya jangan sampai buah kopinya itu malah hancur. Nanti setelah beberapa kali penumbukan biasanya lapisan kulit ari, daging buah, dan cangkang kopinya akan terkelupas dengan sendirinya.

4. Penjemuran Biji Kopi

Penjemuran Biji Kopi

Biji-biji kopi yang sudah kita kupas kulitnya tadi selanjutnya kita jemur terlebih dahulu dibawah paparan sinar matahari langsung selama 5-7 hari, proses pengeringan ini perlu kita lakukan tujuannya itu untuk mengurangi kadar air yang masih terkandung di dalam biji kopi, jadi kadar airnya nanti tinggal tersisa sekitar 30-35%. Biji-biji kopi yang sudah mengering dengan sempurna ini kemudian bisa kita pindahkan ke tempat penggorengan untuk disangrai.

5. Penyangrai Biji Kopi

Penyangrai Biji Kopi

 

Pada proses penyangraian biji kopi ini biar hasilnya bisa optimal kita bisa menggunakan mesin sangrai kopi. Tapi bisa juga dengan menggunakan wajan penggorengan, tapi saya sarankan sih wajannya terbuat dari besi yang cukup tebal, jadi nanti panasnya bisa merata dan stabil. Untuk bahan bakarnya sendiri, saya sarankan menggunakan tungku kayu ketimbang kompor gas, karena bisa menambah kenikmatan dan aroma tersendiri pada kopi yang akan dihasilkan. Selama proses penyangraian ini, biji-biji kopinya harus kita bolak-balik secara berkala biar biji kopinya gak gosong. Pada intinya itu, biji-biji kopinya kita sangrai/goreng sampai permukaannya berubah jadi warna cokelat gelap, aroma kopinya semakin semerbak, dan juga mudah dihancurkan. Sebagai gambaran aja nih, proses penggorengan 2 kg biji kopi itu biasanya memakan waktu sampai 2 jam.

6. Penggilingan Bubuk Kopi

Penggilingan Biji Kopi

 

Langkah yang terakhir itu adalah penggilingan biji-biji kopi yang sudah kita sangrai tadi untuk bisa jadi bubuk. Proses penggilingannya ini bisa kita lakukan dengan menggunakan mesin penggiling kopi, ini kita lakukan kalau kita mau produksi dalam jumlah yang besar, tapi kalau mau dengan cara tradisional bisa dengan cara menumbuknya lagi didalam lesung seperti tadi sampai halus. Kita lakukan penumbukan ini secara berulang kali biar bubuk kopi yang dihasilkan itu bisa punya tekstur yang halus. Setelah ditumbuk, bubuk kopi ini masih perlu kita ayak lagi, tujuannya itu untuk bisa memisahkan partikel bubuk kopi yang masih berukuran cukup besar. Kalau sudah, sebaiknya bubuk kopu hasil proses pengolahan ini tadi kita simpan di dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat, jadi kenikmatannya bisa tetap terjaga.

Oke, jadi kurang lebih seperti itu cara membuat kopi bubuk secara tradisional yang bisa kita lakukan sendiri di rumah. Bagi para penikmat kopi, pasti cara ini bisa semakin menambah citarasa dan juga daya tarik kopinya itu sendiri karena diproses dengan cara yang alami, apalagi kopi ini sudah menjadi salah satu komoditi yang paling sering dan banyak dikonsumsi masyarakat. Jadi bukan gak mungkin suatu saat teman-teman sekalian bisa menjalankan usaha pembuatan kopi ini sendiri. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi teman-teman sekalian kalau mau coba membuat dan memproduksi bubuk kopi sendiri. Selamat mencoba dan terima kasih.

Author: jordan