Kopi Koteka, Harta karun Tersembunyi dari Pegunungan Bintang Papua

 

Kopi Koteka, Harta karun Tersembunyi dari Pegunungan Bintang Papua

Kopi Koteka, Harta karun Tersembunyi dari Pegunungan Bintang Papua – Berada di ujung timur Indonesia, pesona Papua memang tidak ada habisnya, baik dari alam maupun kulinernya. Tengok saja Raja Ampat yang sudah sangat tersohor akan keindahannya, atau kopi Wamena yang kenikmatannya mendunia. Berada di ujung timur Indonesia, pesona Papua memang tidak ada habisnya, baik dari alam maupun kulinernya. Tengok saja Raja Ampat yang sudah sangat tersohor akan keindahannya, atau kopi Wamena yang kenikmatannya mendunia.

Baca juga : Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Gigi Bagi para Pencinta Kopi

Tak berhenti sampai di situ, Papua ternyata masih menyimpan kekayaan kuliner lainnya yang bahkan belum terkuak. Adalah Oksibil, sebuah distrik yang terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Berada di ketinggian mencapai 1950 sampai 2000 mdpl, tak heran kalau distrik ini dijuluki Negeri di Dalam Awan. Di balik lanskap pegunungannya yang membentang luas, ternyata Oksibil menyimpan komoditas kopi unggulan yang tidak ditemukan di daerah lain, yaitu kopi Arabika Typica.

Walaupun tidak sepopuler kopi Wamena, justru kopi dari Oksibil ini sudah sampai ke berbagai penjuru dunia, mulai dari Australia, Selandia Baru, sampai Eropa. Bukan hal yang mengherankan, komoditas kopi jenis Arabika Typica dari Oksibil ini memang mempunyai kualitas tinggi, apalagi karena tumbuh di ketinggian lebih dari 1800 mdpl.

Semakin tinggi tempat tumbuhnya kopi, akan semakin tinggi kualitasnya. Apalagi, kopi dari Oksibil ini merupakan varietas Arabika Typica yang masih asli dan bukan merupakan hybrid, seperti jenis kopi dari Sumatra. Ditambah, tanah yang ada di distrik ini masih belum terjamah dengan pestisida.

Alhasil, tingkat keasaman yang dimiliki kopi dari Oksibil ini cukup tinggi. Sejatinya, kualitas kopi ditentukan oleh tingkat keasaman yang dimilikinya. Semakin asam kopi, penilaiannya pun akan semakin tinggi. Memiliki aftertaste sitrus dan rasa pahit yang ‘tegas’, menjadi salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh biji kopi dari pegunungan ini.

 Tidak kalah unik, kopi Oksibil pun dikemas dengan menggunakan kemasan yang berbentuk seperti pakaian adat khas Papua, yaitu koteka. Bahkan, promosi hasil kopi dari Oksibil juga dilakukan dengan mengusung nama Kopi Koteka sebagai mereknya. Bukan tanpa alasan, penggunaan koteka sebagai kemasan kopi tidak dilakukan hanya untuk membuatnya menarik, tapi juga demi melestarikan kebudayaan dari Tanah Mutiara Hitam.

Keaslian dan kualitas dari kopi Arabika Typica dalam Kopi Koteka tetap terjaga hingga seruputan terakhirnya, mengingat pengolahan biji kopi di Oksibil masih dilakukan secara manual, yaitu dikupas dengan tangan. Ya, biji kopi yang diolah secara manual memang memiliki banyak keunggulan dibanding dengan olahan mesin. Gesekan yang terjadi pada mesin pengolah kopi akan menimbulkan panas yang dapat mempengaruhi kualitas dari kopi itu sendiri.

Tak hanya itu, ketajaman insting dan kecakapan masyarakat Oksibil dalam memilih biji kopi terbaik semakin membuat sajian Kopi Koteka semakin layak mendapat predikat sebagai harta karun tersembunyi dari Pegunungan Bintang.

Author: jordan