Karakter Kopi Berdasarkan asal biji kopi

Karakter Kopi Berdasarkan asal biji kopi

Kakrakter biji kopi

Sama dengan manusia, asal kopi memastikan karakternya. Lingkungan tempat tumbuhnya tercermin pada aroma serta rasa-rasanya.

Kopi Yaman yaitu satu diantara type kopi paling baik didunia, yang umum diminum beberapa sufi di Kairo th. 1510. Waktu itu orang Eropa baru mengetahui minuman beri kesegaran ini. Type kopi ini juga yang disukai pionir demokrasi asal Perancis, Voltaire. Tidak cuma type kopinya yang sama, biji kopi type Yaman dipetik dari pohon yang sama, ditumbuhkan di tempat yang sama, serta dikeringkan ditempat yang sama juga.

Kopi Yaman yang dimaksud juga kopi Arabika ini jadi kegemaran beberapa sufi di Kairo, Voltaire, serta beberapa orang Eropa di era silam. Arabika atau Coffea arabica yaitu spesies kopi yang pertama diketemukan serta dibudidayakan sampai saat ini. Produksi kopi Arabika di semua dunia diprediksikan meraih 70 % dari semua type kopi.

Arabika yaitu kwalitas superior didunia kopi. Daerah ideal tempat tumbuhnya ada pada ketinggian diatas 1000 mtr. diatas permukaan laut. Dibawah ketinggian itu, Arabika tak dapat tumbuh dengan baik. Di dataran tinggi daerah tropis dan diatas tanah gunung berapi yang subur itu biji kopi arabika tumbuh perlahan-lahan, jadi masak di hawa sejuk.

Kopi Arabika juga yang pertama masuk ke Indonesia pada era XVIII. Selekasnya sesudah dibudidayakan, arabika asal Jawa memimpin produksi kopi dunia. Cuma saja, penyakit yang dibawa oleh hama hemileia vasatrix menghancurkan tanaman arabika di Jawa ketika itu. Lantas masuklah kopi robusta yang lebih bandel pada penyakit.

Kopi Robusta tidak semanja arabika. Ia dapat hidup dibawah ketinggian 1000 mtr. diatas permukaan laut. Hasil panenannya juga semakin banyak. Namun, masalah rasa, robusta memanglah tidak dapat menandingi arabika. Kandungan cafein robusta juga lebih tinggi. Arabika cuma memiliki kandungan 1 % cafein, sedang robusta memiliki kandungan 2 % cafein untuk tiap-tiap berat yang sama.

” Robusta masuk ke Indonesia terakhir saat arabika habis terkena penyakit di th. 1878. Walau masuk terakhir, kopi robusta merajai produksi kopi Indonesia. 90% kopi di Indonesia yaitu robusta, ” kata Mirza, Coffee Ambassador Starbucks Indonesia, pemegang gelar paling bergengsi didunia perkopian serta hanya satu di Indonesia ini. Serta jadilah Indonesia produsen kopi robusta paling besar didunia.

Lain Asal, Lain Rasa

Starbucks, kedai kopi dari Seattle AS, membagi kopi yang di jualnya jadi tiga, berdasar pada asal kopi tumbuh. ” Berdasar pada aslinya, kopi kami terdiri jadi tiga region, yakni semenanjung Arab serta Afrika, Amerika Latin, serta Asia Pasifik, ” kata Vanda, salah seseorang coffee master Starbucks Indonesia.

Pasti dalam fakta pembagian kopi berdasarkan lokasi tidak sesederhana itu. Kopi Indonesia yang masuk dalam lokasi Asia Pasifik terbagi dalam beraneka, dari mulai kopi arabika sumatra lintong serta mandailing yang populer, sumatra gayo, kopi luwak, toraja, hingga jawa arabika. Demikian juga dengan kopi di lokasi lain. Sebut saja Amerika Latin yang kaya dengan beragam jenis kopi, dari mulai kopi meksiko, guatemala, el savador, Columbia, hingga kopi santos Brazil.

Kenneth Davis, seseorang pakar kopi dari AS, mengakui kurang sreg dengan pembagian kopi berdasar pada lokasi. Menurut dia, satu negara begitu luas, sedang daerah penanaman kopi itu begitu sempit. Sesama biji kopi asal Ethiopia yang diolah lewat cara kering pasti tidak akan sama juga dengan biji yang diolah dengan cara basah. Tetapi ia mengakui pada umumnya kopi berkwalitas dari satu lokasi memanglah serupa, serta tidak sama apabila dibanding dengan biji dari lokasi lain.

Nantinya saat biji kopi itu dibakar serta keluarkan bau harum, ia bakal tunjukkan jati diri diri berdasar pada wilayahnya. Beberapa barista atawa karyawan yang berjaga dibalik gerai starbucks mesti trampil mengidentifikasi kopi berdasar pada aslinya dengan mencium wanginya.

” Rasa kopi itu sesuai sama karakteristik daerah aslinya. Kopi asal Afrika serta Arab rasa-rasanya fruity atau penuh dengan aroma buah-buahan sesuai sama lingkungan di Afrika yang penuh dengan tumbuhan serta buah-buahan. Kopi Indonesia itu kental dengan aroma tanah yang baru tersiram air hujan, namun ada pula yang sarat dengan keharuman herbal dengan kata lain jamu. Kopi Amerika Latin kaya dengan aroma kacang-kacangan, jeruk, coklat, serta sedikit rasa spicy, ” tutur Vanda.

Karakter yang tercermin dari rasa itu meneguhkan kopi sebagai product yang begitu peka pada lingkungan tempat tumbuhnya. Apa sajakah yang ditanam di sekitaran tumbuhan kopi dapat memengaruhi aromanya.

Kwalitas biji kopi adalah hal yang begitu utama dalam memastikan rasa sajian kopi yang dibuat. Tahukah anda kalau ada tiga karakter yang ada dalam biji kopi serta jadi penentu mutunya? Bila anda mengakui sebagai pengagum kopi, jadi info tersebut begitu bernilai untuk anda.

Karakter pertama : Keasaman

Bila anda pencinta kopi, jadi keasaman atau asiditas yaitu karakter yang terkait dengan kecerahan kopi serta memberi sensasi rasa yang lebih ’hidup’ dibagian pinggir lidah anda. Karenanya, biji kopi yang baik mempunyai keasaman tetapi dengan tingkatan yang rendah. Keasaman yang sangat tinggi mengakibatkan sajian kopi yang dibuat sangat asam serta hal semacam ini mengakibatkan sajian kopi yang dibuat tak akan merasa nikmat.
Tingkat keasaman kopi ditetapkan oleh sebagian aspek, salah satunya yaitu tempat tumbuh tanaman kopi serta pemrosesan kopi. Kopi yang ditumbuhkan di dataran tinggi yang kaya mineral gunung berapi bakal mempunyai tingkat keasaman yang tinggi. Berkaitan dengan pemrosesan biji kopi, kopi yang di proses dengan cara basah mempunyai tingkat keasaman lebih tinggi dengan cara penting dari pada yang di proses dengan cara kering. Diluar itu, tingkat keasaman kopi juga bergantung pada tingginya suhu pemanggangan, type pemanggang, serta cara pemasakan.

Karakter kedua : Aroma

Waktu anda nikmati kopi, jadi anda bakal mengerti kalau aroma kopi adalah karakter yang terutama untuk spesifisitas kopi. Tiap-tiap type kopi mempunyai memiliki atribut yang bisa merangsang indera penciuman, tidak kecuali kopi instan. Walau demikian kopi instan telah tak akan mempunyai senyawa volatil yang mengakibatkan penurunan dramatis sensasi rasa keseluruhnya.
Aroma kopi yang di terima oleh indera kita berlangsung lewat dua mekanisme, yakni segera dipersepsi oleh hidung saat kita mencium aromanya sebelumnya kita meminum kopi serta dengan cara retronasal. Mekanisme ke-2 berlangsung apabila kopi sudah ada di mulut atau sudah ditelan serta senyawa volatil yang ada pada kopi menguap ke atas masuk saluran nasal.
Tahukah anda kalau jumlah senyawa volatil yang diketemukan di kopi makin bertambah tiap-tiap th.? Bila sekarang ini jumlah senyawa volatil pada kopi menembus angka 800, bukanlah mustahil bila di bebrapa th. yang akan datang jumlah ini bakal bertambah selalu. Wow, bagaimana dapat? Ya, hal semacam ini bersamaan dengan menambahnya saat, jadi cara analisa senyawa volatil makin akurat serta peka. Oleh karenanya, dengan cara yang diperkembang sekarang ini, ada peluang masihlah ada senyawa yang belum teridentifikasi serta mungkin saja telah menguap ketika diekstrak.

Karakter ketiga : Body

Karakter ketiga penentu kwalitas kopi yaitu apa yang dikatakan sebagai body kopi. Body adalah ”rasa mantab” pada kopi yang bisa anda rasakan dengan membiarkan kopi tetaplah ada di lidah serta menggosokkannya dengan langit-langit mulut. Body sekitar dari yang enteng sampai berat serta di pengaruhi pemanggangan kopi. Kopi yang dipanggang dengan cara medium serta pekat bakal mempunyai body yang lebih berat di banding dengan kopi yang dipanggang enteng.

Author: jordan