Efek Minum Kopi Pada Sistem Pencernaan

Efek Minum Kopi Pada Sistem Pencernaan

Efek Minum Kopi Pada Sistem Pencernaan – Ternyata minum kopi tidak hanya membuat mata kita melek. Kita tahu kalau kafein dalam kopi memiliki sifat diaretik ringan. Itu berarti minum kopi akan membuat tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak dari sebelumnya (buang air kecil).

Baca juga : Kamu Enggak Mau Jerawatan? Jangan Sering Minum Kopi

Bagi sebagian orang, minum kopi selalu membuat mereka merasa ingin buang air besar. Mungkin terlihat tak masuk akal, karena kopi yang dianggap bersifst diuretik (atau membuat dehidrasi), malah bisa mengakibatkan buang air besar. Dan apalagi dehidrasi merupakan penyebab umum dari sembelit. Kalau Anda salah satu orang yang langganan BAB usai minum kopi, Anda mungkin akan bertanya-tanya apa alasan di balik efek kopi itu.

Menurut para ilmuwan, senyawa kimia yang ada dalam kopi bisa merangsang distal usus. Senyawa kimia itu merangsang kontraksi otot di usus besar, mirip dengan kontraksi perut yang Anda alami seusai makan. Itu untuk membantu mendorong sisa hasil pencernaan keluar dari tubuh Anda lebih cepat.

Tapi masih belum jelas senyawa kimia mana yang berperan dalam rangsangan ini. Kopi juga bisa merangsang pelepasan gastrin, yaitu hormon yang diproduksi dalam perut dan bisa meningkatkan aktivitas motorik dalam usus besar yang akan mempercepat gerakan usus. Nah, karena daerah dari usus besar ini letakknya paling dekat dengan dubur, peneliti menyimpulkan kalau peningkatan aktivitas di sana akibat efek pencahar dari kopi.

Selain itu, sifat asam kopi juga menyebabkan peningkatan produksi asam lambung serta asam empedu di dalam tubuh. Hati memproduksi empedu dan menyimpannya di dalam kantung empedu. Kan kopi bisa membuat kantung empedu melepaskan empedunya ke dalam usus sehingga akan menyebabkan diare.

Dan bisa jadi, peningkatan keasaman di dalam tubuh secara keseluruhan akan membuat perut membuang limbahnya keluar dengan lebih cepat dari biasanya. Yang lebih mengejutkannya lagi, efek minum kopi decaf (tanpa kafein) juga menunjukkan reaksi yang sama yaitu kebelet buang air besar.

Hal ini membust para peneliti menyimpulkan kslsu penyebab buang air besar udsi minum kopi bukan berasal dari kafein, tapi ada zat lain dalam kopi yang berpersn sebagai obat pencahar.

Sebuah studi pada tahun 2003 yang diterbitkan di dalam Journal of Human Nutrition dan Dietetics, seperti dilansir dari Live Science menemukan kalau ketahanan tubuh yang kuat terhadap sifat diuretik kopi sering muncul pada seseorang yang mengonsumsi kopi secara teratur. Tapi jika Anda menambahkan bahan pemanis, produk susu, ataupun topping non-dairy lain ke dalam kopi Anda, ini bisa memberikan tekanan tambahan di sistem pencernaan tubuh.

Pemanis buatan di dalam campuran kopi bisa menyebabkan kembung, gas, serta diare. Produk seperti susu, whip cream, atau krimer mengandung gula yang disebut laktosa. Nah, Bagi orang-orang yang memiliki intoleran laktosa, laktosa bisa memicu diare dan keluhan pencernaan lainnya. Bahkan di antara mereka yang tak memiliki kondisi ini, kemampuan untuk mencerna laktosa cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Itu membuat mereka lebih rentan untuk bolak-balik ke belakang sebagai efek minum kopi.

Author: jordan