8 Mitos Seputar Kopi Yang Beredar dan Belum Tentu Benar

8 Mitos Seputar Kopi Yang Beredar dan Belum Tentu Benar

8 Mitos Seputar Kopi Yang Beredar dan Belum Tentu Benar – Kopi merupakan minuman paling populer di dunia. Bagi kebanyakan orang, meminum kopi setiap hari telH menjadi gaya hidup. Banyak yang Beranggapan KlU minum kopi itu baik untuk kesehatan, Tpi tak sedikit yang mengatakan kalau minum kopi bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca juga : Petuah Kopi

Banyak mitos seputar minum kopi yang kerap membuat bingung dan menimbulkan pertanyaan. Minuman berwarna hitam pekat ini sering disalahkan karena mengandung kafein di dalamnya yang hingga saat ini masih diperdebatkan tentang pengaruhnya untuk kesehatan.

Berikut Ini 8 Mitos KOpi Ynag Beredar di Masyarakat

1, Kopi Menyebabkan Penyakit Jantung

Mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang (300 mg atau 3 cangkir kopi) per harinya tak akan memberikan efek buruk bagi tubuh. Bagi penderita jantung, kafein dalam kopi mungkin kurang baik.
Tetapi bagi yang sehat, minum kopi malah bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Kopi Bisa Membuat Dehidrasi

Banyak orang yang mengira jika minum kopi bisa menyebabkan dehidrasi karena kandungan kafein pada kopi memiliki sifat diuretik. Hal ini berarti orang akan sering buang air kecil usai minum minuman berkafein, di mana itu bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

Kafein memang terbukti mengakibatkan diuretik kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, tetapi konsumsi kopi dalam jumlah normal memberikan efek hidrasi yang tidak jauh berbeda dengan konsumsi air mineral.

3. Secangkir Kopi Bisa Menenangkan Pikiran

Minuman yang berkafein memang akan membuat seseorang menjadi lebih waspada / terjaga. Mitos yang berkembang kalau meminum kopi setelah mabuk bisa menenangkan sama sekali tidak benar. Karena konsumsi kafein bersama alkohol akan memberikan efek yang buruk dan bisa membahayakan tubuh seseorang. Sebuah studi yang dilakukan oleh American Psychological Association menyimpulkan kalau kopi tidak membalikkan dampak kognitif negatif alkohol.

4. Kafein Bersifat Adiktif

Faktanya kafein adalah stimulan ringan. Kafein merangsang sistem saraf pusat, yang menyebabkan adiksi sangat rendah. Tidak ada bukti yang menunjukkan kalau mengonsumsi kafein bisa menyebabkan kecanduan seperti pengaruh dari meminum alkohol. Konsumsi kafein dalam takaran yang wajar, sekitar 200-300 mg atau 2-3 cangkir kopiper hari bisa mempengaruhi mood dan menigkatkan kewaspadaan.

5. Secangkir Kopi di Sore hari Bisa mengakibatkan Insomnia

Stimulasi energi yang dipicu oleh kafein di dalam kopi dianggap sebagai faktor yang memicu insomnia. Padahal kafein hanya bertahan sebentar dalam tubuh.

Setelah dikonsumsi, kafein langsung diproduksi dalam hati dan kemudian 75% nya terbuang dari tubuh dalam waktu maksimal 5 jam. Jadi jika kamu meminum kopi pada jam 3 sore dan setelah itu kamu langsung tidur siang maka kafein pun akan cepat hilang dari tubuh.

6. Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi

Asupan kafein lebih dari 600 mg atau sekitar 7,5 cangkir kopi per hari memang bisa menunda kehamilan selama setahun. tetapi, mengonsumsi kafein 200 mg tak akan membahayakan janin. Kafein bisa melewati plasenta dan mengenai janin, tapi tak ada bukti konkret yang menyatakan kalau hal tersebut berbahaya.

7. Semakin Pekat Warna Biji Kopi Ketika Disangrai, maka akan Semakin Nikmat Rasanya

Masa roasting (penyaringan) kopi adalah proses yang paling menentukan rasa kopi yang dihasilkan. Saat kopi disangrai selama berjam-jam maka biji kopi hitam atau kopi murni tersebut akan berwarna hitam legam (gosong) yang akan menyebabkan munculnya rasa pahit pada kopi. Faktanya adalah menyangrai kopi yang bagus hanya membutuhkan waktu 20 menit dan akan menghasilkan rasa kopi asli yang nikmat tanpa diberi gula, susu, atau krim.

8. Semua Kopi Memiliki Jumlah Kafein Yang Sama

Masing-masing orang memiliki cara sendiri untuk mengolah kopi. Entah menggunakan cara tradisional ataupun dengan coffee maker yang canggih. Hal inilah yang tak akan membuat jumlah kafein pada kopi sama. Misalnya, kopi yang dijual di McDonald memiliki takaran 9,1 mg kafein per 100 gr cairan kopi, berbeda dengan kopi Starbucks yang mencapai 20 mg kafein per cup-nya.

Author: jordan